Posts tagged with “PTK”

Kiat Menulis Melalui PTK

Buku Penelitian Tindakan Kelas

Buku Penelitian Tindakan Kelas

Tulisan ini adalah makalah yang saya buat untuk disampaikan kepada teman-teman guru dari berbagai daerah yang merupakan perwakilan dari 33 propinsi di Pusdiklat Depag, Ciputat. Mohon masukan dan saran dari teman-teman.

Semoga isi tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman guru di Indonesia dan menjadi ladang amal buat saya untuk berbagi ilmu PTK dan saling belajar dalam melakukan penelitian Tindakan kelas yang dapat mengembangkan potensi unik siswa di sekolah. Sekaligus sebagai acuan guru dalam membuat laporan penelitian Tindakan Kelas secara sederhana.

» Continue reading “Kiat Menulis Melalui PTK”

Comments (33)

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMPN 230 Jaktim

MGMP Guru-Guru Bahasa Indonesia di SMPN 230 jaktim

MGMP Guru-Guru Bahasa Indonesia di SMPN 230 jaktim

Hari ini saya mendapatkan undangan untuk memberikan materi Penelitian tindakan kelas (PTK) di Musywarah Guru Mata pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia di SMPN 230 Cipayung Jakarta Timur. Saya diundang oleh ibu Dra. Hj. Saida Edib Hanum, M.Pd, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Jakarta Timur.

» Continue reading “Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMPN 230 Jaktim”

Comments (7)

Mutu Pendidik Harus Tidak mengecewakan

Diklat PLPG di FT UNJ
Diklat PLPG di FT UNJ tahun 2008

Hari ini, sabtu 24 Oktober 2009, saya membeli koran kompas cetak sambil menunggu dijemput oleh panitia pelatihan PTK di Tol Jatibening. Ketika membaca kolom opini halaman 6 ada sebuah judul yang menarik. Judulnya, Mutu pendidik yang mengecewakan. Tulisan itu ditulis oleh bapak Ali Khomsan, guru besar fakultas Ekologi Manusia IPB yang dapat anda baca secara lengkap di sini. (http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/24/05203623/mutu.pendidik.yang.mengecewakan)

» Continue reading “Mutu Pendidik Harus Tidak mengecewakan”

Comments (2)

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Al Bayan Tangerang

Foto Bersama dengan Peserta PTK Putri di Al Bayan

Foto Bersama dengan Peserta PTK Putri di Al Bayan

Sabtu, 24 Oktober 2009 saya diminta oleh Kepala Divisi Pengembangan Mutu Sekolah Al Bayan Islamic School, ibu Diah Alfaningtias, S.Pd untuk memberikan materi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada 50 orang guru di sekolah Al Bayan islamic school. Senang sekali bisa berbagi dengan teman-teman guru di sekolah ini. Selain mereka masih muda-muda, mereka pun memiliki minat yang tinggi untuk meneliti. Hal ini terlihat setelah saya selesai memberikan materi, banyak sekali di antara mereka yang telah memiliki judul PTK yang sangat menarik dan bermanfaat untuk memperbaiki kinerja mereka sebagai guru. Mereka nampak bersemangat membuat proposal PTKnya.
» Continue reading “Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Al Bayan Tangerang”

Leave a Comment

Membaca Buku Metode Pengajaran Anak TK

Omjay Ketika menjadi Nara sumber PTK di RRI Padang
Omjay Ketika menjadi Nara sumber PTK di RRI Padang

Seperti biasanya, bila saya diundang untuk menjadi nara sumber dalam memberikan materi pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK), saya selalu merencanakannya dengan membaca buku terlebih dahulu. Dari membaca buku inilah banyak hal baru yang saya ketahui. Saya pun serasa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat. Membaca adalah sebuah kegiatan yang harus dilakukan siapapun dia. Apalagi bila dia harus membagikannya kepada orang lain dalam bentuk kegiatan seminar atau workshop.

Ada hal yang menarik setelah saya membaca buku metode pengajaran di taman kanak-kanak karangan Dra. Moeslichatoen R, M.Pd (2004) dengan penerbit Rineka Cipta. Dalam bukunya beliau menuliskan bahwa dalam pengajaran di Taman Kanak-kanak (TK), seorang guru TK perlu memperhatikan tujuan program belajar dan ruang lingkup kegiatan belajar anak TK. Guru harus paham betul karakteristik anak TK, sehingga bisa mencari solusi ketika harus meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka menemukan potensi unik anak didiknya.

Murid-Murid TK di Kota Padang bermain Angklung
Murid-Murid TK di Kota Padang bermain Angklung

Tujuan program kegiatan belajar TK adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan keterampilan, dan daya cipta anak didik  untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Sedangkan ruang lingkup program kegiatan belajar TK meliputi pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam pengembangan moral pancasila, agama, disiplin, perasaan/emosi, dan kemampuan bermasyarakat, serta pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru meliputi pengembangan kemampuan berbahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan, dan jasmani. Untuk mencapai tujuan itu, perlu digunakan metode pengajaran yang sesuai bagi pendidikan anak TK.

Menarik sekali isi buku ini, dan akan segera saya sharingkan kepada teman-teman guru TK. Sebab selama ini, banyak guru TK yang tidak atau belum mengetahui metode pengajaran dan hanya sekedar mengajar tanpa mengetahui ilmunya. Wah bisa bahaya perkembangan anak kita, bila mendapatkan guru seperti ini. Biasanya materi ini diberikan kepada calon guru yang mengikuti PGTK (Pendidikan Guru Taman kanak-kanak) setingkat program D2 dalam mata kuliah Pengelolaan kelas dan disain pembelajaran.

Murid TK Sedang Menari Tarian Padang
Murid TK Sedang Menari Tarian Padang

Ada hal penting yang harus dikuasai oleh guru TK agar dapat memahami kemampuan  unik anak didiknya. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh anak yang mengalami perkembangan seusia TK adalah sebagai berikut:

  1. Berkembang menjadi pribadi yang mandiri
  2. Belajar memberi, berbagi, dan memperoleh kasih sayang
  3. Belajar bergaul dengan anak lain
  4. Mengembangkan pengendalian diri
  5. Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat
  6. Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing
  7. Belajar menguasai keterampilan motorik halus dan kasar
  8. Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikannya
  9. Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami orang/anak lainnya
  10. Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan

Kesepuluh kemampuan dasar itulah yang harus sudah ditanamkan pada anak usia TK. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai metode pengajaran atau pembelajaran agar apa yang direncanakan guru dapat membantu anak menguasai dasar kemampuan di atas. Metode atau cara yang digunakan dalam pembelajaran itu antara lain menggunakan:

  1. Metode bermain anak TK
  2. Metode karyawisata anak TK
  3. Metode bercakap-cakap anak TK
  4. Metode demonstrasi bagi anak TK
  5. Metode Proyek bagi anak TK
  6. Metode bercerita bagi anak TK
  7. Metode pemberian tugas bagi anak TK

Ketujuh metode itu biasa digunakan dalam metode pengajaran di taman kanak-kanak. Bila anda ingin mendalami lebih dalam tentang metode pembelajaran di taman kanak-kanak, saya sarankan anda membeli buku ini. Sangat menarik dan membuat saya menjadi lebih tahu bahwa tidak mudah menjadi guru. Apalagi guru TK yang harus sabar dan menyayangi anak-anak. Selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya, yaitu Senyum, salam, sapa,  syukur, dan sabar. Bersyukurlah menjadi guru!

Salam Blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.wordpress.com

Comments (2)

Berbagi Ilmu PTK di Soreang Bandung

Peserta PTK di Soreang bandung

Peserta PTK di Soreang bandung

Minggu, 18 Oktober 2009, saya diminta untuk memberikan materi PTK kepada teman-teman guru yang berada di Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Korpri Soreang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan atas kerjasama Forum Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerjasama dengan pengurus PGRI Kabupaten Bandung dalam rangka pelatihan pengembangan kompetensi guru.

Ada sekitar 100 orang gurudalam pelatihan ini, dan ada tiga orang pembicara dalam kegitan ini. Pembicara pertama bapak Tri, dan kedua bapak Ambo. Sedangkan saya sendiri sebagai pembicara terakhir.

Dalam kesempatan itu, saya sampaikan beberapa hal penting menyangkut PTK dan itu semua sudah tertulis dalam buku PTK yang saya susun bersama bapak dedi. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat untuk para guru di daerah. Selamat melaksanakan PTK

Comments (2)

Mengapa Guru Perlu Meneliti?

Sebagai guru berplat hitam, saya dituntut untuk profesional di bidang saya. Sebab bila saya tak profesional, maka saya akan tergeser dengan guru lainnya yang profesional. Untuk bisa menjadi guru profesional, saya menekuninya dengan cara seringnya saya melakukan penelitian. Penelitian di kelas saya sendiri.  Hal itulah sekarang ini yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Guru harus meneliti di kelasnya sendiri. Penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri biasa disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Mengapa guru perlu meneliti? Mengapa guru perlu melakukan PTK? Apa manafaat dari PTK itu? Berbagai pertanyaan itu tentu menjadi pertanyaan para guru.

Bagi saya yang berprofesi guru, PTK sangat membantu saya menjadi guru profesional. Profesional di bidang saya dan dengan melakukan PTK itu, saya membagi pengetahuan saya dapatkan dari hasil PTK kepada guru lainnya. Di dalam PTK itupun saya selalu mengajak teman sejawat. Dengan mengajak teman sejawat diharapkan terjadi kolaborasi. Kolaborasi dapat membuat guru saling bekerjasama, dan saling melengkapi. Melakukan Observasi dan Refleksi diri dengan sebuah harapan terjadi peningkatan hasil pembelajaran di kelas.

Melalui PTK, saya pun menjadi terbiasa menulis. Menulis karya tulis ilmiah yang wajib dikerjakan oleh para guru berplat merah atau PNS yang ingin naik pangkat.

Saat saya menjadi pembicara dalam seminar dan workshop di tingkat nasional, saya sering mendapatkan banyak guru yang tak memiliki kemampuan menulis. Hal itu disebabkan kemampuan membaca guru rendah. Akhirnya banyak guru yang tak mampu untuk menulis. Di samping itu, banyak guru yang tak memiliki minat yang tinggi untuk melakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.

Di sekolah-sekolah kita, penelitian belum menjadi tradisi. Belum menjadi budaya para guru untuk meningkatkan hasil pembelajarannya di kelas. Padahal banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari penelitian ini. Kita bisa menemukan metode pembelajaran baru. Kitapun bisa mengujicobakan media pembelajaran yang kita buat. Ilmu pengetahuan terus berkembang, demikian juga ilmu pendidikan. Dengan melakukan penelitian, para guru akan mendapatkan ilmu pengetahuan baru. Guru menjadi senang membaca, guru pun menjadi kreatif untuk mencoba sesuatu yang baru. Khasanah ilmu pendidikan pun menjadi bertambah.

Di dalam pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru tidak bisa lagi statis. Dia harus dinamis dan terus menambah khasanah ilmu pengetahuan baru. Pengalaman saya mengikuti berbagai lomba karya tulis ilmiah guru di tingkat nasional, banyak saya temukan hal-hal baru yang diciptakan oleh para guru di daerah yang kreatif. Saya sangat bangga melihat cerdasnya mereka mengembangkan potensi yang dimiliki sekolahnya. Dulu saya beranggapan, fasilitas atau sarana dan prasarana yang lengkap akan membuat pembelajaran menjadi berkualitas dan meningkat prestasinya. Namun, anggapan saya ternyata keliru. Peralatan dan fasilitas itu hanya alat yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran, tetapi sebenarnya di tangan guru kreatiflah sarana dan prasarana itu memiliki nilai tambah.

Guru memang harus meneliti. Dengan meneliti itu, guru dapat memperbaiki kualitas pembelajarannya di kelas. Guru semakin mengenal metode pembelajaran. Guru semakin tahu berbagai masalah yang dihadapi siswa dan yang lebih penting lagi guru dapat membuat inovasi baru dalam pembelajarannya. Meninggalkan paradigma lama dan memasuki paradigma baru dalam pendidikan, dimana guru bukan lagi sebagi pusat sumber belajar. guru hanya salah satu pusat sumber belajar.

Ketika guru rajin meneliti, tak ada pihak yang dirugikan. Semua mendapatkan keuntungan. Siswa terbantu menyelesaikan masalahnya, guru  menemukan seluk beluk mengajar dan berbagai model pembelajaran, dan sekolahpun akan terangkat karena banyaknya guru yang melakukan inovasi dalam pendidikan. Bila itu terjadi, maka sekolah itu akan menjadi favorit di mata masyarakat. Oleh karena itu, jangan heran bila banyak orang tua siswa yang mau menyekolahkan anaknya dengan biaya puluhan juta rupiah karena merasa yakin anaknya akan mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu.

Pendidikan yang bermutu dimulai dari para guru yang tidak pernah puas dengan kualitas pembelajarannya. Mereka terus mencari dan berinovasi serta melakukan kreativitas menulis untuk melaporkan hasil penelitiannya. Semua itu dimulai dari perencanaan pembelajaran (RPP) yang matang. Tindakan guru yang menantang, hasil pengamatan yang cemerlang, dan bercermin diri atau refleksi tentang tindakan yang telah dilakukan dengan melakukan perenungan yang mendalam. Di sanalah para guru menjadi semakin introspeksi diri, mengaca diri, dan bertanya pada diri sendiri apakah saya sudah menjadi guru profesional?

Guru Profesional adalah guru yang senantiasa melakukan penelitian atau PTK dan melaporkan hasil PTKnya untuk dibagikan kepada teman-teman guru lainnya. Tak ada yang indah selain kebersamaan. Dengan PTK guru melakukan kebersamaan dalam meningkatkan proses pembelajaran. Proses kolaborasi akan terjadi, dan menghasilkan prestasi tinggi. Mari kita meneliti di kelas kita masing-masing, dan lakukan inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan kita. Selamat melakukan PTK dan melaporkannya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Comments (4)

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMPN-1 Anyar, Banten

Minggu, 30 Agustus 2009, saya diminta kembali oleh teman-teman guru di SMPN-1 Anyar, Banten untuk membimbing pembuatan karya tulis ilmiah (KTI) guru melalui metode Penelitian Tindakan kelas (PTK).

» Continue reading “Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di SMPN-1 Anyar, Banten”

Comments (1)

Kota Nganjuk Kota Sejuta Impian

Pagi ini, Minggu 9 Juli 2009 saya dan Pak Dedi Dwitagama penulis buku PTK diundang oleh klub guru cabang Kediri perwakilan Nganjuk untuk berbagi ilmu tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Senang juga berada di sini kota yang sejuk dan membuat orang luar seperti saya betah untuk bermalam di kota ini. Bagi saya, kota Nganjuk adalah kota Sejuta Impian. Mengapa? Karena impian saya untuk sampai dan menginap di kota Nganjuk akhirnya kesampaian. Dulu saya hanya dapat bermimpi untuk bisa ke Nganjuk, yang kata orang sangat enak makanan pecelnya. Tapi, kini impian itu terwujud dan saya merasakan benar berada di kota impian ini. Penduduknya ramah, dan suasananya sangat bersahaja. membuat orang betah untuk tinggal di kota ini.

» Continue reading “Kota Nganjuk Kota Sejuta Impian”

Comments (2)

Refleksi PTK Membuat Guru Instropeksi Guru

Praktek Komputer di SMP Labschool Jakarta

Praktek Komputer di SMP Labschool Jakarta

Saya tersipu malu, ketika saya dapatkan hasil angket siswa yang saya bagikan kepada anak-anak didik tentang cara mengajar saya sebagai guru, ternyata masih kurang baik di mata siswa.

Dalam pandangan mereka masih banyak yang harus diperbaiki, terutama guru jangan mengajar terlalu cepat, jangan banyak memberikan tugas, melayani siswa bila ada yang bertanya, dan mau sedikit berkomunikasi tentang masalah yang dihadapi peserta didik.

Saya pun terhanyut dari hasil angket itu, sebab selama ini saya tak pernah tahu masalah yang di hadapi siswa selama proses pembelajaran mata pelajaran yang saya ampu. Ternyata Refleksi PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam kelas saya sendiri membuat saya menjadi instropeksi diri. Merenung dan memperbaiki diri tentang cara menyampaikan materi kepada siswa yang selama ini masih belum sesuai dengan harapan. Saya pun menjadi tahu dan mengubah strategi cara mengajar saya. Alhasil, saya berhasil membuat mereka menguasai kompetensi yang harus dikuasai dan sampai ke otak siswa dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil belajar mereka ketika ulangan umum kenaikan kelas.

Saat ini belum banyak guru yang melakukan refleksi dalam pembelajarannya. Saya merasakan begitu banyak manfaat yang akan terasa bila guru mau melakukan refleksi. Mengevaluasi diri dengan berkaca pada dirinya sendiri, apakah saya sudah mengajar dengan benar? Sebuah pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh teman sejawat dan peserta didiknya sendiri dengan cara menyebarkan angket kepada mereka.

Refleksi adalah 4 bagian penting dari PTK yang terdiri dari perencanaan, tindakan, dan pengamatan, serta refleksi.

Kalau anda mau jujur, sebenarnya Refleksi membuat guru menjadi Instropeksi diri tentang apa yang telah dilakukannya. Mengevaluasi kembali untuk meningkatkan kinerjanya sebagai guru.

Sudahkah kita sebagai guru melakukan refleksi? Hanya anda yang tahu.

Salam Blogger

Omjay

Comments (2)

Refleksi Guru Melalui PTK

Siswa Praktek Komputer

Siswa Praktek Komputer

Mungkin untuk sebagian orang menganggap memilih profesi guru adalah pekerjaan yang menjemukan sekaligus menjengkelkan. Tapi tidak bagi penulis. Profesi guru adalah pekerjaan yang sangat mulia. Di tangannya tercipta para generasi penerus bangsa yang memiliki akhlaqul karimah, akhlak yang mulia. Karena kemulian itu, maka guru dituntut untuk senantiasa memberikan contoh bagi para peserta didiknya. Mampu memberikan keteladanan dalam kehidupannya sehari-hari. Setiap ucapan dan tindakan membuat dirinya menjadi cermin bagi para siswanya.

» Continue reading “Refleksi Guru Melalui PTK”

Comments (1)

Berbagi Ilmu PTK di Pontianak

Berbagi ilmu PTK di Pontianak
Baru kali ini saya menjejakkan kaki di pulau Kalimantan. Kebetulan saya mendapatkan kehormatan untuk berbagi ilmu PTK dengan teman-teman guru di Pontianak, Kalimantan Barat. Bahagia benar bisa berkunjung ke propinsi yang dialiri sungai Musi dan luasnya pulau Kalimantan yang terkenal subur tanahnya. Indahnya sungai Musi begitu mempesona hati dan sapaan penduduknya yang ramah membuat saya sebagai tamu merasa dilayani dengan baik. Seperti seorang pangeran dari pulau Jawa yang sedang studi banding ke kerajaan Melayu.

Saya pikir pontianak itu jauh dan harus berjam-jam untuk sampai ke sana. Ternyata cuma satu jam 10 menit. Itu sama saja perjalanan saya ke sekolah dari bekasi ke rawamangun. Pantesan saja si encik dan si engkoh di mangga dua biasa bolak-balik jakarta-pontianak, karena ternyata pontianak itu enak, dan jalanannya tak semacet di Jakarta.

Foto Bersama Guru di PontianakDi Pontianak ini saya diminta memberikan materi penelitian tindakan kelas (PTK). Materi yang hanya diberikan untuk para guru yang ingin memperbaiki kualitas pembelajarannya dan memperbaiki kinerjanya sebagai guru melalui penelitian tindakan di kelasnya sendiri. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah dipercaya untuk menyampaikan materi ini yang bertempat di kantor depag pontianak.

Tadinya saya pikir orang pontianak itu tak suka humor, ternyata mereka senang banget tuh, ketika saya memperkenalkan diri sebagai ketua umum Bloger Imadut (Ikatan manusia Perut Gendut), hehehehe…

Banyak orang melayu dan Cina di sini juga orang dayak dan sebagian banjar. Tetapi rata-rata penduduk di sini adalah keturunan pendatang meskipun lahir di Pontianak. Contohnya teman kuliah saya pak Sadirun, yang menjemput saya di bandara. Beliau bapaknya orang jawa dan ibunya orang sunda. Kalau lihat masyarakatnya, wah kayaknya toto tentrem kertoraharjo, walaupun kata kepala kakanwil depag, pak Restu yang membuka acara, pontianak merupakan kota yang paling banyak ditemukan botol minuman keras (miras), dan peringkat kelima penderita HIV aids, karena banyak “amoynya”. Tapi penduduk pontianak terkenal sangat religius.

saya merasakan banget suasana sholat subuh di sana, sangat ramah dan masjid penuh dengan jamaah.

Ingin rasanya saya bekerja dan tinggal di pontianak, apalagi setelah melihat universitas Tanjungpura yang luas banget. Kayaknya bakalan kurus dech perut saya kalau sering keliling kampus di Tanjungpura. Untuk memastikan saya sudah pernah berkunjung ke sana, maka lihatlah foto saya yang narsis ini dengan pak sadirun. Mampir ke Universitas TanjungpuraPokoknya, buat teman-teman yang belum pernah pergi ke pontianak, segeralah berkunjung ke sini. Kota yang unik dan sangat santun penduduknya. Itu kata saya, bagaimana pendapat anda?

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

Leave a Comment

Berbagi Ilmu PTK di Pontianak

Peserta seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Peserta seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Sabtu, 9 Mei 2009 saya diundang pengurus MGMP kota Pontianak untuk memberikan materi tentang PTK kepada para guru di sana. Materi yang lagi ngetop dan ngetrend karena PTK menjadi syarat untuk kenaikan pangkat guru. Apalagi Penelitian Tindakan kelas (PTK) ini ternyata mudah dan dapat dikerjakan oleh guru karena tak perlu meninggalkan kelas.

Justru guru meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajarannya dan memperbaiki kinerjanya sebagai guru di sekolah. Semua yang dilakukan guru dicatat, lalu dianalisis dengan teman sejawat. Untuk materi lengkapnya, silahkan beli buku PTK saya yang sdh dijual bebas di semua toko buku di seluruh Indonesia. (Promosi ni ye…)

Kembali kepada cerita perjalanan saya. Awalnya, saya pikir pontianak itu jauh. Ternyata perjalanan jakarta-pontianak cuma satu jam 10 menit, dan sesampainya di bandara saya langsung disambut oleh panitia, pak Yosi dan juga teman baik saya pak Sadirun. Pak Sadirun mengantarkan saya kepenginapan dan mentraktir saya makan siang. Wah enak banget masakan khas Pontianak. Ada ikan bawal bakar yang nikmat sekali.

Malam harinya saya diajak mengelilingi kota pontianak yang kecil ini.  Kota yang haya dikelilingi kantor-kantor dan ruko-ruko yang tampak sepi. Tidak seperti di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi orang pada malam hari. Setelah berkeliling kota mampirlah kami menikmati jagung bakar dan indahnya sungai Musi eh salah sungai kapuas yang panjang.

Peserta cowok seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Peserta cowok seminar Nasional PTK di MGMP Pontianak

Ingin rasanya saya kembali lagi ke kota ini, dan bahkan mungkin menetap di sana. Apalagi setelah saya mengunjungi universitas tanjungpura yang luas. Terasa betah dan ingin mengabdi disini.

Bagi teman-teman yang belum pernah ke pontianak, segeralah untuk berkunjung kesini dan nikmati keindahan alam kota pontianak yang unik. Mengenai tiket pesawat lagi ada discount tuh, biaya cuma tiga ratus ribuan. Buruan jalan-jalan liburan ke pontianak. Mumpung lagi ada discount, hehehehe.

Salam Blogger

Omjay

Comments (1)

Perlunya PTK Bagi Guru

PERLUNYA PTK BAGI SEORANG GURU

Oleh: Moch. Sukardjo[1]

I. PENDAHULUAN

Perlukah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi seorang guru”? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus mengacu pada dasar hukum yang melandasi tugas, pokok dan fungsi seorang guru. Dalam UU No. 20 tahun 2003 guru disebut sebagai pendidik. Dalam UU tersebut dikatakan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lainnya yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan. (UU Sisdiknas no 20 tahun 2003; 5). Selanjutnya dalam BAB XI, pasal 39 disebutkan bahwa “ Pendidikan merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

» Continue reading “Perlunya PTK Bagi Guru”

Leave a Comment

Berbagi Ilmu PTK di UNJ

Minggu pagi, 8 Maret 2009 saya diminta oleh salah satu pengurus Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia (PGSI) cabang Jakarta,  saudara Badru Zaman untuk memberikan materi tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam Workshop PTK. Kegiatan ini juga terselenggara atas kerjasama dengan jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Berbagi Ilmu PTK di UNJ

Berbagi Ilmu PTK di UNJ

Pada awalnya saya tak pernah berpikir kalau di hari libur panjang ini akan banyak guru yang datang menghadiri kegiatan workshop PTK .Ternyata saya keliru. Jumlah peserta yang hadir cukup banyak. Lebih dari 150 orang guru hadir dalam Workshop PTK yang dilaksanakan di Perpustakaan UNJ Lantai 1.

Peserta Workshop PTK di Perpustakaan UNJ

Peserta Workshop PTK di Perpustakaan UNJ

Dalam acara tanya jawab dengan peserta, masih banyak guru yang belum melaksanakan PTK di kelasnya sendiri. Masih banyak yang belum paham tentang siklus PTK, dan bagaimana cara membuat instrumen PTK. Tentu ini merupakan sebuah kewajiban bagi saya untuk menjawabnya dengan baik. Lalu saya jelaskan dengan panjang lebar tentang mengapa guru perlu melakukan PTK. Mengapa kita harus memahami siklus PTK dan bagaimana cara membuat instrumen PTK yang baik.

Para Guru Sedang Berlatih Membuat Proposal PTK

Para Guru Sedang Berlatih Membuat Proposal PTK

Saya menaruh harapan yang positif, bila para guru telah melakukan PTK akan banyak ditemui khasanah ilmu pengetahuan baru dalam dunia pendidikan kita. Selain itu, guru pun semakin terbiasa untuk meneliti dan menulis serta melaporkan hasil penelitiannnya.

Ada 5M yang harus dilakukan dalam melaksanakan PTK, yaitu Melihat, Membaca, Menulis, Meneliti, dan Melaporkan. Bila kelima hal itu telah menyatu, maka guru akan tahu bagaimana melaksanakan pembelajaran yang berkualitas.

Di samping hal tersebut di atas, guru pun harus menguasai 4 hal penting dalam PTK, yaitu Perencanaan, Tindakan, Pengamatan, dan Refleksi.

Para Guru Akan Tersenyum Puas Bila Proposal PTK Telah Selesai Dibuat

Para Guru Akan Tersenyum Puas Bila Proposal PTK Telah Selesai Dibuat

Semoga apa yang telah saya paparkan dalam Workshop PTK hari ini bermanfaat untuk para guru dalam melakukan PTK. Semoga pula para guru  kita semakin menyadari akan pentingnya PTK dalam memperbaiki kinerjanya sebagai guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Leave a Comment

  • Berkali kita gagal, lekas bangkit, dan cari akal. Berkali kita jatuh, lekas berdiri, dan jangan mengeluh. Jadilah guru tangguh berhati cahaya