<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Awas!!! Jangan Jadi Plagiator!</title>
	<atom:link href="http://www.wijayalabs.com/2010/02/10/awas-jangan-jadi-plagiat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wijayalabs.com/2010/02/10/awas-jangan-jadi-plagiat/</link>
	<description>Menulislah Setiap Hari &#38; Buktikan Apa yang Terjadi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 03:35:44 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: choreed</title>
		<link>http://www.wijayalabs.com/2010/02/10/awas-jangan-jadi-plagiat/comment-page-1/#comment-2298</link>
		<dc:creator>choreed</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 11:55:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wijayalabs.com/?p=1703#comment-2298</guid>
		<description>Hal yang tentunya sangat memprihatinkan ini ternyata sudah membudaya di dunia pendidikan kita. Bagaimana tidak, hal ini sebenarnya telah dimulai secara tidak sadar dari jaman SD, SMP, SMA dan bangku kuliah melalui budaya mencontek dan meniru sehingga menjadi kebiasaan hingga dewasa. 

Diperlukan pendidik yang kreatif dalam memberikan tugas kepada anak didiknya sebagai bagian dari pemberangusan budaya mencontek dan meniru tadi melalui proses yang juga dibuat seolah-olah tanpa disadari anak didiknya. Salah satu contoh proses kreatif ditengah kemajuan zaman sekarang, pendidik memberikan tugas via email, lalu jawabannya di reply via email oleh anak didik, kemudian anak didik diinformasikan tentang hari untuk melakukan pembahasan langsung antara pendidik dan anak didik tersebut, setelah itu baru diberikan nilai. Sehingga nantinya, anak didik terbiasa untuk mempertanggungjawabkan hasilnya secara langsung di depan pendidik. 

Tidak mudah memang, berat diawal, tetapi ketika menjadi sebuah kebiasaan, tentu akan terasa ringan dijalankan. Dan Insya Allah, jika hal ini diterapkan sejak dini, maka bangsa ini akan memiliki SDM yang bertanggung jawab secara moral dan etika di hadapan publik tentunya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hal yang tentunya sangat memprihatinkan ini ternyata sudah membudaya di dunia pendidikan kita. Bagaimana tidak, hal ini sebenarnya telah dimulai secara tidak sadar dari jaman SD, SMP, SMA dan bangku kuliah melalui budaya mencontek dan meniru sehingga menjadi kebiasaan hingga dewasa. </p>
<p>Diperlukan pendidik yang kreatif dalam memberikan tugas kepada anak didiknya sebagai bagian dari pemberangusan budaya mencontek dan meniru tadi melalui proses yang juga dibuat seolah-olah tanpa disadari anak didiknya. Salah satu contoh proses kreatif ditengah kemajuan zaman sekarang, pendidik memberikan tugas via email, lalu jawabannya di reply via email oleh anak didik, kemudian anak didik diinformasikan tentang hari untuk melakukan pembahasan langsung antara pendidik dan anak didik tersebut, setelah itu baru diberikan nilai. Sehingga nantinya, anak didik terbiasa untuk mempertanggungjawabkan hasilnya secara langsung di depan pendidik. </p>
<p>Tidak mudah memang, berat diawal, tetapi ketika menjadi sebuah kebiasaan, tentu akan terasa ringan dijalankan. Dan Insya Allah, jika hal ini diterapkan sejak dini, maka bangsa ini akan memiliki SDM yang bertanggung jawab secara moral dan etika di hadapan publik tentunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nurita Putranti</title>
		<link>http://www.wijayalabs.com/2010/02/10/awas-jangan-jadi-plagiat/comment-page-1/#comment-2265</link>
		<dc:creator>Nurita Putranti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 04:38:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wijayalabs.com/?p=1703#comment-2265</guid>
		<description>sangat memalukan atas apa yg telah dilakukan profesor muda itu.
saya sangat setuju dengan peringatan OmJay agar rakyat Indonesia tidak menjadi plagiator. terus menulis dan menulis sesuai dengan perasaan &amp; pikiran sendiri. jika nyontek dari karya orang lain, tuliskan sumbernya :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangat memalukan atas apa yg telah dilakukan profesor muda itu.<br />
saya sangat setuju dengan peringatan OmJay agar rakyat Indonesia tidak menjadi plagiator. terus menulis dan menulis sesuai dengan perasaan &amp; pikiran sendiri. jika nyontek dari karya orang lain, tuliskan sumbernya <img src='http://www.wijayalabs.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tejo Wahyono</title>
		<link>http://www.wijayalabs.com/2010/02/10/awas-jangan-jadi-plagiat/comment-page-1/#comment-2259</link>
		<dc:creator>Tejo Wahyono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 10:45:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wijayalabs.com/?p=1703#comment-2259</guid>
		<description>Saya juga sering kecewa ketika hasil karya walaupun sederhana dan tdk bagus ternyata diakui orang lain.  Sepertinya dewan juri lomba: guru teladan, KTI, festifal sains dsb. harus jeli. &quot;Juara yang lancung&quot; ingat bacaan SD tahun 80. smg tdk jadi budaya!
Semoga saya tidak termasuk sbg plagiator!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga sering kecewa ketika hasil karya walaupun sederhana dan tdk bagus ternyata diakui orang lain.  Sepertinya dewan juri lomba: guru teladan, KTI, festifal sains dsb. harus jeli. &#8220;Juara yang lancung&#8221; ingat bacaan SD tahun 80. smg tdk jadi budaya!<br />
Semoga saya tidak termasuk sbg plagiator!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibnatho</title>
		<link>http://www.wijayalabs.com/2010/02/10/awas-jangan-jadi-plagiat/comment-page-1/#comment-2221</link>
		<dc:creator>Ibnatho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 17:27:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wijayalabs.com/?p=1703#comment-2221</guid>
		<description>Nah Om, kalo postingan saya. &quot;Ada Apa Dengan Dunia Pendidikan Kita?&quot; di http:seputarduniapendidikan.blogspot.com. Tergolong plagiat  atau bukan tuh?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nah Om, kalo postingan saya. &#8220;Ada Apa Dengan Dunia Pendidikan Kita?&#8221; di http:seputarduniapendidikan.blogspot.com. Tergolong plagiat  atau bukan tuh?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rieko</title>
		<link>http://www.wijayalabs.com/2010/02/10/awas-jangan-jadi-plagiat/comment-page-1/#comment-2218</link>
		<dc:creator>Rieko</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 14:29:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wijayalabs.com/?p=1703#comment-2218</guid>
		<description>Benar banget om, saya juga rada gimana gitu baca beritanya. Masa seorang profersor, kadidat rektor lagi, masih saja plagiat. Kadang saya merasa lucu sendiri, mahasiswa indonesia (cuma sebagian kecil tapi) buat tugas akhir/skripsi mengambil skripsi dari temannya dari universitas lain, dan banyak pula kasusnya yang menyontek abis2an. Jadi saya ga bisa terlalu menyalahkan teman2 itu sementara seorang profesor saja melakukannya. Hmmm...

Berita miris lagi ketika banyak oknum guru di salah satu provinsi di pulalu sumatera yang membuat karya ilmiah aspal (pake joki) untuk naik pangkat. Nah kalau udah gitu, kita masih mau menyalahkkan mahasiswa atau siswa, sedangkan pepatah lama mengatakan: &quot;Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari....&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar banget om, saya juga rada gimana gitu baca beritanya. Masa seorang profersor, kadidat rektor lagi, masih saja plagiat. Kadang saya merasa lucu sendiri, mahasiswa indonesia (cuma sebagian kecil tapi) buat tugas akhir/skripsi mengambil skripsi dari temannya dari universitas lain, dan banyak pula kasusnya yang menyontek abis2an. Jadi saya ga bisa terlalu menyalahkan teman2 itu sementara seorang profesor saja melakukannya. Hmmm&#8230;</p>
<p>Berita miris lagi ketika banyak oknum guru di salah satu provinsi di pulalu sumatera yang membuat karya ilmiah aspal (pake joki) untuk naik pangkat. Nah kalau udah gitu, kita masih mau menyalahkkan mahasiswa atau siswa, sedangkan pepatah lama mengatakan: &#8220;Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari&#8230;.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ibnatho</title>
		<link>http://www.wijayalabs.com/2010/02/10/awas-jangan-jadi-plagiat/comment-page-1/#comment-2217</link>
		<dc:creator>Ibnatho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 11:40:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.wijayalabs.com/?p=1703#comment-2217</guid>
		<description>Prihatin deh dgn budaya kita yg lebih suka dgn yg instan. Mau cepat kaya? Korupsi solusinya. Guru mau Gol IV b? Beli karya tulis dari joki, jawabannya. Sekarang Professor???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Prihatin deh dgn budaya kita yg lebih suka dgn yg instan. Mau cepat kaya? Korupsi solusinya. Guru mau Gol IV b? Beli karya tulis dari joki, jawabannya. Sekarang Professor???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

