Archive for October, 2009

Setelah Sertifikasi Guru Lalu Apalagi?

Guru-guru di SMP Labschool Jakarta

Guru-guru di SMP Labschool Jakarta

Pertanyaan itu selalu menghantui saya sebagai orang yang berprofesi sebagai seorang guru. Setelah lulus sertifikasi guru dalam jabatan di tahun 2008, ada serasa beban yang harus saya jaga baik-baik setelah mendapatkan tunjangan sertifikasi (TPP) dan mendapatkan sertifikat “Guru Profesional”.
» Continue reading “Setelah Sertifikasi Guru Lalu Apalagi?”

Comments (2)

Berbagi Ilmu PTK di Soreang Bandung

Peserta PTK di Soreang bandung

Peserta PTK di Soreang bandung

Minggu, 18 Oktober 2009, saya diminta untuk memberikan materi PTK kepada teman-teman guru yang berada di Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Korpri Soreang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan atas kerjasama Forum Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerjasama dengan pengurus PGRI Kabupaten Bandung dalam rangka pelatihan pengembangan kompetensi guru.

Ada sekitar 100 orang gurudalam pelatihan ini, dan ada tiga orang pembicara dalam kegitan ini. Pembicara pertama bapak Tri, dan kedua bapak Ambo. Sedangkan saya sendiri sebagai pembicara terakhir.

Dalam kesempatan itu, saya sampaikan beberapa hal penting menyangkut PTK dan itu semua sudah tertulis dalam buku PTK yang saya susun bersama bapak dedi. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat untuk para guru di daerah. Selamat melaksanakan PTK

Comments (2)

Internet Masuk SD, Sudah Siapkah Kita?

Internet Masuk SD, Siapkah Kita?

http://newspaper. pikiran-rakyat. com/prprint. php?mib=beritade tail&id=82737

SEORANG guru salah satu SD di Bandung bercerita dengan bangga kepada saya. “Internet sudah masuk ke sekolah saya,” tuturnya. Saya tanya pada beliau, apa yang dia ajarkan pada anak-anak kelasnya—bapak ini kebetulan guru kelas dua. “Saya ajarkan untuk menggunakan Google, mesin pencari,” katanya. Lalu? “Hebat sekali, dengan Google, kita bisa mencari apa saja. Tinggal klik-klik saja, lantas informasinya muncul di layar. Nah, sekarang anak-anak saya suruh menyelesaikan tugas sekolahnya dengan mencari informasi di Internet. Tidak cukup kan kalau hanya mengandalkan buku paket,” kata bapak guru yang baik itu. Melihat kilau kebanggaan di mata beliau, saya tidak tega untuk mengekspresikan perasaan saya yang sesungguhnya: cemas!
» Continue reading “Internet Masuk SD, Sudah Siapkah Kita?”

Leave a Comment

Pengarahan Penilaian Kinerja Guru dan Kepala Sekolah

Rabu, 14 Oktober 2009 guru-guru di SMP Labschool Jakarta yang telah lulus sertifikasi guru mendapatkan pengarahan dari bapak Asrom, salah seorang pengawas di Jakarta Timur. Ada 19 orang guru di sekolah kami yang telah lulus sertifikasi guru dan mendapatkan tunjangan sertifikasi guru.

Ada beberapa hal penting yang disampaikan oleh bapak Asrom yaitu:

  1. Penilaian kinerja guru akan segera dilaksanakan
  2. Bagi guru yang tidak benar dalam memberikan informasi sertifikasi, maka akan dimonitoring, khususnya yang jam mengajarnya kurang dari 24 jam
  3. Ada 1181 guru di Jakarta timur yang telah mendapatkan tunjangan sertifikasi guru dan akan segera dimonitoring melalui penilaian kinerja guru.
  4. Asesor akan meminta 3 guru, 3 siswa, 2 karyawan, dan 1 orang kepala sekolah untuk mengisi kuesioner penilaian kinerja guru.
  5. satu KD, satu RPP, dan satu nilai ulangan harian yang sesuai dengan permen 22, permen 41, permen 20
  6. Guru melaksanakan 8 standar kompetensi pendidikan
  7. Ulangan harian adalah ulangan yang mewakili satu RPP, sehingga dapat diketahui kemampuan siswa
  8. Dalam permen no 39 tahun 2009 dikatakan guru yang bertugas pada satuan pendidikan harus minimal 24 jam tatap muka sesuai dengan kewenangannya, silahkan download permen no. 39 di bawah ini.
  9. Penilaian kinerja guru terdiri dari dimensi kepribadian, sosial, penyusunan RPP, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan membuka dan menutup pelajaran, variasi stimulus pembelajaran, dan keterampilan bertanya.

bersambung

silahkan unduh permen 39 tahun 2009 di sini

Leave a Comment

Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi

Di setiap tengah atau akhir semester, biasanya para guru diminta untuk membuat soal-soal ulangan tengah semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal-soal yang dibuat tentu harus mengacu kepada Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang telah dibuat oleh guru mata pelajaran dalam perangkat pembelajaran.

» Continue reading “Guru Harus Pandai Membuat Soal-soal Evaluasi”

Comments (2)

Kenapa guru di daerah sulit meneliti?

Mari Meneliti di kelas Sendiri

Mari Meneliti di kelas Sendiri

Saya termenung dan pikiran saya menerawang jauh setelah mendapatkan komentar dari teman saya seprofesi, bapak Sigit Mukriyadi di Madiun. Dalam komentarnya beliau menuliskan kenapa guru di daerah sulit untuk melakukan penelitian? Berikut ini komentar beliau yang saya ambil dari blog pribadi saya di sini.
» Continue reading “Kenapa guru di daerah sulit meneliti?”

Comments (1)

Guru Diarahkan Adakan Penelitian

Sabtu, 10 Oktober 2009 | 03:59 WIB

Jakarta, Kompas – Untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, guru yang sudah memperoleh sertifikasi dan tunjangan guru akan tetap dipantau. Pemantauan termasuk juga pemberikan pelatihan metode pengajaran, materi pengajaran, dan melakukan penelitian.
» Continue reading “Guru Diarahkan Adakan Penelitian”

Comments (4)

Mengapa Guru Perlu Meneliti?

Sebagai guru berplat hitam, saya dituntut untuk profesional di bidang saya. Sebab bila saya tak profesional, maka saya akan tergeser dengan guru lainnya yang profesional. Untuk bisa menjadi guru profesional, saya menekuninya dengan cara seringnya saya melakukan penelitian. Penelitian di kelas saya sendiri.  Hal itulah sekarang ini yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Guru harus meneliti di kelasnya sendiri. Penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri biasa disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Mengapa guru perlu meneliti? Mengapa guru perlu melakukan PTK? Apa manafaat dari PTK itu? Berbagai pertanyaan itu tentu menjadi pertanyaan para guru.

Bagi saya yang berprofesi guru, PTK sangat membantu saya menjadi guru profesional. Profesional di bidang saya dan dengan melakukan PTK itu, saya membagi pengetahuan saya dapatkan dari hasil PTK kepada guru lainnya. Di dalam PTK itupun saya selalu mengajak teman sejawat. Dengan mengajak teman sejawat diharapkan terjadi kolaborasi. Kolaborasi dapat membuat guru saling bekerjasama, dan saling melengkapi. Melakukan Observasi dan Refleksi diri dengan sebuah harapan terjadi peningkatan hasil pembelajaran di kelas.

Melalui PTK, saya pun menjadi terbiasa menulis. Menulis karya tulis ilmiah yang wajib dikerjakan oleh para guru berplat merah atau PNS yang ingin naik pangkat.

Saat saya menjadi pembicara dalam seminar dan workshop di tingkat nasional, saya sering mendapatkan banyak guru yang tak memiliki kemampuan menulis. Hal itu disebabkan kemampuan membaca guru rendah. Akhirnya banyak guru yang tak mampu untuk menulis. Di samping itu, banyak guru yang tak memiliki minat yang tinggi untuk melakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.

Di sekolah-sekolah kita, penelitian belum menjadi tradisi. Belum menjadi budaya para guru untuk meningkatkan hasil pembelajarannya di kelas. Padahal banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari penelitian ini. Kita bisa menemukan metode pembelajaran baru. Kitapun bisa mengujicobakan media pembelajaran yang kita buat. Ilmu pengetahuan terus berkembang, demikian juga ilmu pendidikan. Dengan melakukan penelitian, para guru akan mendapatkan ilmu pengetahuan baru. Guru menjadi senang membaca, guru pun menjadi kreatif untuk mencoba sesuatu yang baru. Khasanah ilmu pendidikan pun menjadi bertambah.

Di dalam pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru tidak bisa lagi statis. Dia harus dinamis dan terus menambah khasanah ilmu pengetahuan baru. Pengalaman saya mengikuti berbagai lomba karya tulis ilmiah guru di tingkat nasional, banyak saya temukan hal-hal baru yang diciptakan oleh para guru di daerah yang kreatif. Saya sangat bangga melihat cerdasnya mereka mengembangkan potensi yang dimiliki sekolahnya. Dulu saya beranggapan, fasilitas atau sarana dan prasarana yang lengkap akan membuat pembelajaran menjadi berkualitas dan meningkat prestasinya. Namun, anggapan saya ternyata keliru. Peralatan dan fasilitas itu hanya alat yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran, tetapi sebenarnya di tangan guru kreatiflah sarana dan prasarana itu memiliki nilai tambah.

Guru memang harus meneliti. Dengan meneliti itu, guru dapat memperbaiki kualitas pembelajarannya di kelas. Guru semakin mengenal metode pembelajaran. Guru semakin tahu berbagai masalah yang dihadapi siswa dan yang lebih penting lagi guru dapat membuat inovasi baru dalam pembelajarannya. Meninggalkan paradigma lama dan memasuki paradigma baru dalam pendidikan, dimana guru bukan lagi sebagi pusat sumber belajar. guru hanya salah satu pusat sumber belajar.

Ketika guru rajin meneliti, tak ada pihak yang dirugikan. Semua mendapatkan keuntungan. Siswa terbantu menyelesaikan masalahnya, guru  menemukan seluk beluk mengajar dan berbagai model pembelajaran, dan sekolahpun akan terangkat karena banyaknya guru yang melakukan inovasi dalam pendidikan. Bila itu terjadi, maka sekolah itu akan menjadi favorit di mata masyarakat. Oleh karena itu, jangan heran bila banyak orang tua siswa yang mau menyekolahkan anaknya dengan biaya puluhan juta rupiah karena merasa yakin anaknya akan mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu.

Pendidikan yang bermutu dimulai dari para guru yang tidak pernah puas dengan kualitas pembelajarannya. Mereka terus mencari dan berinovasi serta melakukan kreativitas menulis untuk melaporkan hasil penelitiannya. Semua itu dimulai dari perencanaan pembelajaran (RPP) yang matang. Tindakan guru yang menantang, hasil pengamatan yang cemerlang, dan bercermin diri atau refleksi tentang tindakan yang telah dilakukan dengan melakukan perenungan yang mendalam. Di sanalah para guru menjadi semakin introspeksi diri, mengaca diri, dan bertanya pada diri sendiri apakah saya sudah menjadi guru profesional?

Guru Profesional adalah guru yang senantiasa melakukan penelitian atau PTK dan melaporkan hasil PTKnya untuk dibagikan kepada teman-teman guru lainnya. Tak ada yang indah selain kebersamaan. Dengan PTK guru melakukan kebersamaan dalam meningkatkan proses pembelajaran. Proses kolaborasi akan terjadi, dan menghasilkan prestasi tinggi. Mari kita meneliti di kelas kita masing-masing, dan lakukan inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan kita. Selamat melakukan PTK dan melaporkannya.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Comments (4)

Guru Belum Miliki Tradisi Penelitian

MUTU PENDIDIKAN
Guru Belum Miliki Tradisi Penelitian

Kamis, 8 Oktober 2009 | 04:03 WIB

Jakarta, Kompas – Untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik dan kualitas pengajaran seharusnya penelitian-penelitian kependidikan digiatkan. Sayangnya, tidak banyak tenaga pendidik yang mampu atau bersedia mengembangkan kemampuan mengajarnya dengan melakukan penelitian.
» Continue reading “Guru Belum Miliki Tradisi Penelitian”

Comments (1)

Ada Apa di Bekasi Regency I?

tunggu akan saya ceritakan

Leave a Comment

Halal Bi Halal Labschool

Spanduk Halal Bi Halal

Spanduk Halal Bi Halal

Kamis, 1 Oktober 2009 di Masjid Baitul Ilmi Labschool telah dilaksanakan kegiatan halal bi halal keluarga besar Labschool. Tema halal bi halal tahun ini adalah “Kembali ke Fitrah Diri Menuju Muslim Sejati (Rabbaniyiin)”.
» Continue reading “Halal Bi Halal Labschool”

Leave a Comment

  • Berkali kita gagal, lekas bangkit, dan cari akal. Berkali kita jatuh, lekas berdiri, dan jangan mengeluh. Jadilah guru tangguh berhati cahaya