Archive for October, 2009

Surat Pemangilan Calon Pemenang Buku Pengayaan 2009

Omjay Mohon Bantuan Doa

Omjay Mohon Bantuan Doa

Kemarin, saya mendapatkan surat kilat khusus dari pak pos. Begitu saya buka, isinya adalah pemanggilan calon pemenang sayembara penulisan buku Pengayaan tahun 2009 dari pusat perbukuan, isinya sebagai berikut:

» Continue reading “Surat Pemangilan Calon Pemenang Buku Pengayaan 2009″

Comments (43)

Ikutilah Pelatihan Blog

Ikutilah blogshop-KOMPASIANA bersama be-BLOG!!!…

Dalam rangka memperkenalkan penggunaan BLOG dan meningkatkan kemampuan menulis melalui media BLOG, Komunitas Blogger Bekasi (be-BLOG) didukung oleh Kompasiana.com dan Kompas.com akan menyelenggarakan WORKSHOP mengenai BLOG (blogshop) secara singkat dan cara menulis yang cepat, tepat dan bermanfaat melalui BLOG. » Continue reading “Ikutilah Pelatihan Blog”

Comments (7)

Bunga dan Sumpah Pemuda

Bunga Wijaya Kusuma

Bunga Wijaya Kusuma

Katakan cinta dengan bunga. Begitulah orang selalu mengatakan. Bunga melambangkan kasih dan sayang. Ada cinta di dalamnya dan ada sebongkah harapan besar yang saling melengkapi. Bunga memang tak pernah bersuara, kecuali bunga citra lestari, penyanyi cantik yang bersuara merdu.

» Continue reading “Bunga dan Sumpah Pemuda”

Comments (8)

Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar

Pelatihan Pembuatan bahan ajar

Pelatihan Pembuatan bahan ajar

Selasa, 27 Oktober 2009, di laboratorium Komputer SMP Labschool Rawamangun Jakarta Timur telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan bahan ajar dengan program camtasia 5. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh mas bowo dari warung ilmu. Senang sekali mengikuti pelatihan ini. Teman-teman guru menjadi semakin kreatif dalam membuat media pembelajarannya. Berusaha keras membuat pembelajaran menjadi semakin menyenangkan siswa. Para guru pun tertantang untuk melakukan inovasi baru dalam pembuatan media pembelajaran yang interaktif. Sehingga terjadi interaksi antara guru dan siswa. Siswa pun bisa belajar secara mandiri dari program yang dibuat oleh guru. Pembelajaranpun tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas.

Pelatihan pembuatan bahan ajar dengan menggunakan program camtasia ini adalah pelatihan lanjutan yang sebelumnya juga pernah dilaksanakan pada bulan Maret 2009. waktu itu para gur belum mengenal sama sekali apa itu camtasia dan untuk apa pemanfaatannya. Banyak guru yang tercerahkan adanya pelatihan ini dan kami mengucapkan terima kasih banyak kepada mas bowo yang dengan sabar dan telaten membimbing kami para guru agar bisa menggunakan program ini.

Pelatihan Pembuatan bahan Ajar dengan Camtasia

Pelatihan Pembuatan bahan Ajar dengan Camtasia

Dalam penyampaian materinya, mas bowo mengatakan bahwa untuk membuat sebuah media pembelajaran yang baik dengan menggunakan program camtasia 5 para guru dituntut untuk dapat membuat presentasi yang menarik dengan menggunakan program power point. Oleh karenanya, mas bowo memberikan tips, bagaimana membuat presentasi yang efektif menggunakan power point. langkah-langkah itu adalah:

  1. Tentukan tema/judul
  2. Kumpulkan bahan/materi yang didapat dari berbagai sumber belajar, bisa buku, internet, dan lain-lain.
  3. Simpan materi ke dalam flashdisk atau hardisk komputer atau laptop anda
  4. Buatlah presentasi yang menarik dengan power point
  5. Siapkan program camtasia yang telah dinstall terlebih dahulu dan rekamlah presentasi anda.
  6. Ikuti langkah-langkah yang ada, dan perhatikan mic yang anda gunakan agar suara tetap bening dan bersih, sehingga suara anda enak terdengar di telinga.

Demikianlah sedikit informasi pelatihan pembuatan bahan ajar dengan camtasia 5 yang dapat saya sharingkan kepada teman-teman semua. Bagi yang ingin mengetahui dan memperdalam tentang program camtasia 5 lebih lanjut, dapat segera meluncur ke blog pribadi omjay di sini.

Salam Blogger persahabatan

Omjay

Comments (2)

Terancamnya Bahasa Daerah

Omjay menulis

Omjay menulis

Menjelang hari sumpah pemuda ini, ada hal yang selalu kita pikirkan yaitu tentang bersatunya berbagai suku di Indonesia dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Para leluhur kita tentu sangat bangga menggunakan bahasa Indonesia. Namun, sebagai putera daerah yang dilahirkan dari suku sunda, tentu saya harus bisa menguasai bahasa daerah priyangan ini. Selain menggunakan bahasa Indonesia yang telah menjadi bahasa nasional dan wajib di negara kita.

» Continue reading “Terancamnya Bahasa Daerah”

Comments (12)

Penilaian Siswa

Siswa Belajar mandiri

Siswa Belajar mandiri

Seorang guru dituntut untuk menguasai kemampuan memberikan penilaian kepada peserta didiknya. Kemampuan ini adalah kemampuan terpenting dalam evaluasi pembelajaran. Dari penilaian itulah seorang guru dapat mengetahui kemampuan yang telah dikuasai oleh para peserta didiknya. Mengetahui kompetensi dasar (KD) apa saja yang telah dikuasai oleh peserta didik dan segera mengambil tindakan perbaikan ketika  terjadi nilai peserta didiknya lemah atau kurang sesuai dengan harapan. Dari penilaian yang dilakukan oleh guru itulah, guru melakukan perenungan diri dari apa yang telah dilakukan.
Prof. Dr. H. Arief Rachman pernah mengatakan kepada kami para guru di Labschool bahwa ada 4 kesadaran yang penting bagi seorang guru atau pendidik dalam memberikan penilaian. Keempat kesadaran itu adalah:

  1. Sense of goal (tujuan)
  2. sense of regulation (keteraturan)
  3. sense of achievement (berprestasi)
  4. sense of harmony (keselarasan)

Berangkat dari keempat kesadaran itulah seharusnya seorang guru melakukan penilaian. Pendidik harus sudah tahu tujuan penilaian itu adalah mengukur kemampuan atau kompetensi siswa setelah dilaksanakannya proses pembelajaran. Setelah guru melakukan penilaian akan terlihat nanti kemampuan setiap siswa setelah guru melaksanakan test atau ujian dan kemudian melakukan penilaian. Ketika guru telah memahami benar tujuan pembuatan soal yang sesuai dengan indikator dalam standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa, maka guru yang bersangkutan akan dengan mudah membuat soal-soal test yang akan diujikan. Dari situlah guru melakukan bobot penilaian yang telah ditentukan lebih dahulu dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Bila semua itu telah direncanakan dengan baik, maka tujuan pembelajaran akan tercapai. Hal ini terlihat dari prestasi siswa yang menggembirakan.

Dalam melakukan penilaian, seorang guru harus menyadari adanya sense of regulation (keteraturan). Guru harus membuat soal yang penuh dengan keteraturan dan sesuai dengan kisi-kisi soal yang telah dibuat sebelumnya. Ketika keteraturan telah menjadi kesadaran guru bahwa soal dibuat dalam rangka mengetahui kemampuan siswa, maka harus sesuai dengan aturan sekolah. Apakah dibuat dalam bentuk multiply chois atau berbentuk essay. Semua itu bergantung dari kesepakatan di antara sesama dewan guru dalam menentukan bentuk soal dan sistem penilaian.

Penilaian yang dilakukan oleh guru harus mampu membuat setiap siswa berprestasi dan menemukan potensi unik yang dimiliki oleh setiap siswa. Akan terlihat nantinya, siswa mana yang unggul di bidang MIPA (matematika dan Ilmu Pengetahuan alam), olahraga, art (seni), dan lain sebagainya. Di sinilah peran guru yang memiliki kesadaran sense of achiement. Ketika terlihat ada siswa yang mengalami masalah dalam pembelajarannya, maka guru perlu melakukan Achievement Motivation Training (AMT) untuk memberikan motivasi dan semangat kepada siswa bahwa mereka sebenarnya bisa. Hanya mungkin faktor kemalasan yang membuat siswa yang bersangkutan mendapatkan nilai rendah.

Dalam blog akhmad sudrajat yang merupakan teman sejawat penulis, dituliskan bahwa banyak orang mencampuradukkan pengertian antara evaluasi, pengukuran (measurement), tes, dan penilaian (assessment), padahal keempatnya memiliki pengertian yang berbeda.

Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Evaluasi berhubungan dengan keputusan nilai (value judgement). Stufflebeam (Abin Syamsuddin Makmun, 1996) mengemukakan bahwa : educational evaluation is the process of delineating, obtaining,and providing useful, information for judging decision alternatif . Dari pandangan Stufflebeam, kita dapat melihat bahwa esensi dari evaluasi yakni memberikan informasi bagi kepentingan pengambilan keputusan. Di bidang pendidikan, kita dapat melakukan evaluasi terhadap kurikulum baru, suatu kebijakan pendidikan, sumber belajar tertentu, atau etos kerja guru.

Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan di mana seorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu.

Sedangkan penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut.

Tes adalah cara penilaian yang dirancang oleh guru, dan dilaksanakan kepada peserta didik pada waktu dan tempat tertentu serta dalam kondisi yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang jelas.

Secara khusus, dalam konteks pembelajaran di kelas, penilaian dilakukan untuk mengetahui kemajuan dan hasil belajar peserta didik, mendiagnosa kesulitan belajar, memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar, dan penentuan kenaikan kelas. Melalui penilaian dapat diperoleh informasi yang akurat tentang penyelenggaraan pembelajaran dan keberhasilan belajar peserta didik, guru, serta proses pembelajaran itu sendiri. Berdasarkan informasi itu, dapat dibuat keputusan tentang pembelajaran, kesulitan peserta didik dan upaya bimbingan yang diperlukan serta keberadaan kurikukulum itu sendiri.

Dari definisi di atas sangat jelaslah pengertian dari Evaluasi, Pengukuran, Tes dan Penilaian (Assessment). Namun demikian, pastilah terjadi perbedaan dalam menguraikan defenisi di atas. Semua itu berpulang dari sudut mana kita melihatnya.

Oleh karena itu penilaian siswa harus memenuhi sense of harmony dimana terjadi keselarasan, keserasian, dan keseimbangan. Ketika itu telah terjadi dalam standar penilaian kita di sekolah, maka siswa akan merasakan keadilan dari nilai yang diberikan oleh guru. Guru dan siswa merasakan bahwa sistem penilaian yang diberikan sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. dimana guru bisa melihat kemapuan setiap peserta didik, dan peserta didikpun merasakan kemampuan apa yang telah dikuasainya.

Akhirnya, penilaian siswa yang dilakukan oleh guru dalam mengetahui kemampuan akademik dan non akademik haruslah mengacu kepada kesadaran yang bertujuan, keteraturan, berprestasi, dan menjadi alunan harmony yang selaras, serasi, dan seimbang.

Guru harus bisa menentukan model penilaian apa yang harus diputuskan. Selamat menilai siswa!.

salam blogger persahabatan

Omjay

Comments (2)

Rumahku Surgaku

Istriku, Intan, dan Berlian
Istriku, Intan, dan Berlian

Hampir dua minggu ini, saya merapihkan rumah. Memanggil tukang untuk mengecat rumah dengan tampilan yang baru. Rasanya enak benar melihat suasana rumah yang berbeda dari sebelumnya. Penuh dengan warna-warni seperti melihat pelangi yang ada di langit. Kadang susah juga ya memadukan keinginan anggota keluarga.
» Continue reading “Rumahku Surgaku”

Comments (11)

Mutu Pendidik Harus Tidak mengecewakan

Diklat PLPG di FT UNJ
Diklat PLPG di FT UNJ tahun 2008

Hari ini, sabtu 24 Oktober 2009, saya membeli koran kompas cetak sambil menunggu dijemput oleh panitia pelatihan PTK di Tol Jatibening. Ketika membaca kolom opini halaman 6 ada sebuah judul yang menarik. Judulnya, Mutu pendidik yang mengecewakan. Tulisan itu ditulis oleh bapak Ali Khomsan, guru besar fakultas Ekologi Manusia IPB yang dapat anda baca secara lengkap di sini. (http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/10/24/05203623/mutu.pendidik.yang.mengecewakan)

» Continue reading “Mutu Pendidik Harus Tidak mengecewakan”

Comments (2)

Banyak Guru Tak Pantas Jadi Guru

Guru Harus Mampu Melayani Siswa

Sabtu, 24 Oktober 2009 | 04:17 WIB

Jakarta, Kompas – Dari sekitar 2,8 juta guru berbagai jenjang pendidikan, banyak yang sebenarnya tidak layak menjadi guru profesional. Ketidaklayakan ini antara lain karena tingkat pendidikan guru yang tidak memenuhi syarat serta belum memiliki sertifikat pendidik.
» Continue reading “Banyak Guru Tak Pantas Jadi Guru”

Leave a Comment

Mutu Pendidik Mengecewakan

Mutu Pendidik yang Mengecewakan

Sabtu, 24 Oktober 2009 | 05:20 WIB

ALI KHOMSAN

Kinerja guru tampak meningkat saat mengurus proses sertifikasi. Namun, setelah itu, mereka kembali bertugas seperti semula, tak ada perbaikan performans.
» Continue reading “Mutu Pendidik Mengecewakan”

Leave a Comment

Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Al Bayan Tangerang

Foto Bersama dengan Peserta PTK Putri di Al Bayan

Foto Bersama dengan Peserta PTK Putri di Al Bayan

Sabtu, 24 Oktober 2009 saya diminta oleh Kepala Divisi Pengembangan Mutu Sekolah Al Bayan Islamic School, ibu Diah Alfaningtias, S.Pd untuk memberikan materi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kepada 50 orang guru di sekolah Al Bayan islamic school. Senang sekali bisa berbagi dengan teman-teman guru di sekolah ini. Selain mereka masih muda-muda, mereka pun memiliki minat yang tinggi untuk meneliti. Hal ini terlihat setelah saya selesai memberikan materi, banyak sekali di antara mereka yang telah memiliki judul PTK yang sangat menarik dan bermanfaat untuk memperbaiki kinerja mereka sebagai guru. Mereka nampak bersemangat membuat proposal PTKnya.
» Continue reading “Belajar dan Berbagi Ilmu PTK di Al Bayan Tangerang”

Comments (1)

Membaca Buku Metode Pengajaran Anak TK

Omjay Ketika menjadi Nara sumber PTK di RRI Padang
Omjay Ketika menjadi Nara sumber PTK di RRI Padang

Seperti biasanya, bila saya diundang untuk menjadi nara sumber dalam memberikan materi pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK), saya selalu merencanakannya dengan membaca buku terlebih dahulu. Dari membaca buku inilah banyak hal baru yang saya ketahui. Saya pun serasa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat. Membaca adalah sebuah kegiatan yang harus dilakukan siapapun dia. Apalagi bila dia harus membagikannya kepada orang lain dalam bentuk kegiatan seminar atau workshop.

Ada hal yang menarik setelah saya membaca buku metode pengajaran di taman kanak-kanak karangan Dra. Moeslichatoen R, M.Pd (2004) dengan penerbit Rineka Cipta. Dalam bukunya beliau menuliskan bahwa dalam pengajaran di Taman Kanak-kanak (TK), seorang guru TK perlu memperhatikan tujuan program belajar dan ruang lingkup kegiatan belajar anak TK. Guru harus paham betul karakteristik anak TK, sehingga bisa mencari solusi ketika harus meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka menemukan potensi unik anak didiknya.

Murid-Murid TK di Kota Padang bermain Angklung
Murid-Murid TK di Kota Padang bermain Angklung

Tujuan program kegiatan belajar TK adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan keterampilan, dan daya cipta anak didik  untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Sedangkan ruang lingkup program kegiatan belajar TK meliputi pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam pengembangan moral pancasila, agama, disiplin, perasaan/emosi, dan kemampuan bermasyarakat, serta pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru meliputi pengembangan kemampuan berbahasa, daya pikir, daya cipta, keterampilan, dan jasmani. Untuk mencapai tujuan itu, perlu digunakan metode pengajaran yang sesuai bagi pendidikan anak TK.

Menarik sekali isi buku ini, dan akan segera saya sharingkan kepada teman-teman guru TK. Sebab selama ini, banyak guru TK yang tidak atau belum mengetahui metode pengajaran dan hanya sekedar mengajar tanpa mengetahui ilmunya. Wah bisa bahaya perkembangan anak kita, bila mendapatkan guru seperti ini. Biasanya materi ini diberikan kepada calon guru yang mengikuti PGTK (Pendidikan Guru Taman kanak-kanak) setingkat program D2 dalam mata kuliah Pengelolaan kelas dan disain pembelajaran.

Murid TK Sedang Menari Tarian Padang
Murid TK Sedang Menari Tarian Padang

Ada hal penting yang harus dikuasai oleh guru TK agar dapat memahami kemampuan  unik anak didiknya. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh anak yang mengalami perkembangan seusia TK adalah sebagai berikut:

  1. Berkembang menjadi pribadi yang mandiri
  2. Belajar memberi, berbagi, dan memperoleh kasih sayang
  3. Belajar bergaul dengan anak lain
  4. Mengembangkan pengendalian diri
  5. Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat
  6. Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing
  7. Belajar menguasai keterampilan motorik halus dan kasar
  8. Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikannya
  9. Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami orang/anak lainnya
  10. Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan

Kesepuluh kemampuan dasar itulah yang harus sudah ditanamkan pada anak usia TK. Oleh karena itu, dibutuhkan berbagai metode pengajaran atau pembelajaran agar apa yang direncanakan guru dapat membantu anak menguasai dasar kemampuan di atas. Metode atau cara yang digunakan dalam pembelajaran itu antara lain menggunakan:

  1. Metode bermain anak TK
  2. Metode karyawisata anak TK
  3. Metode bercakap-cakap anak TK
  4. Metode demonstrasi bagi anak TK
  5. Metode Proyek bagi anak TK
  6. Metode bercerita bagi anak TK
  7. Metode pemberian tugas bagi anak TK

Ketujuh metode itu biasa digunakan dalam metode pengajaran di taman kanak-kanak. Bila anda ingin mendalami lebih dalam tentang metode pembelajaran di taman kanak-kanak, saya sarankan anda membeli buku ini. Sangat menarik dan membuat saya menjadi lebih tahu bahwa tidak mudah menjadi guru. Apalagi guru TK yang harus sabar dan menyayangi anak-anak. Selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya, yaitu Senyum, salam, sapa,  syukur, dan sabar. Bersyukurlah menjadi guru!

Salam Blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.wordpress.com

Comments (2)

Kartu Nama Omjay

kartu-nama-om-jay

kartu-nama-om-jay

Leave a Comment

Olahraga Pagi di Sekolah Kami

Membangun School Culture melalui Olahraga.

Para siswa Berbaris rapi di lapangan
Para siswa Berbaris rapi di lapangan

Setiap hari Jum’at Pagi di sekolah kami selalu diadakan kegiatan olahraga lari pagi. Kegiatan ini telah menjadi budaya sekolah (School Culture) di tempat kami. Sebelum berlari, biasanya kami dikumpulkan dulu dalam sebuah barisan besar di lapangan upacara layaknya apel pagi. Setelah kami berbaris rapi, biasanya kami mendapatkan arahan dari pimpinan sekolah dulu, berdoa, dan baru kemudian berlari.

Sebelum berlari pagi mengelilingi kampus UNJ yang berdekatan dengan sekolah, kami berdoa terlebih dahulu. Berharap kepada Tuhan Yang Maha Esa agar merestui lari pagi dan tidak ada diantara kami yang cedera akibat terjatuh atau kecelakaan pada hari ini. Doa dipimpin oleh salah satu guru, dan setiap guru yang bertugas sebagai wali kelas diwajibkan mendampingi kelasnya masing-masing dalam berlari pagi.

Para Siswa Berdoa Sebelum Lari Pagi
Para Siswa Berdoa Sebelum Lari Pagi

Olahraga lari pagi di SMP labschool Jakarta, adalah kegiatan yang sudah menjadi tradisi sejak 40 tahun lalu. Olahraga ini sangat murah dan nyaris tanpa biaya. Sangat menyehatkan karena siswa berlari mengelilingi kampus UNJ yang asri. Meski kampus UNJ tak- se asri dan se-alami dulu, namun  lari pagi tetap memberikan kebermanfaatan tersendiri buat kami civitas akademika SMP Labschool Jakarta. manfaat yang paling terasa dari olahraga adalah tubuh menjadi sehat dan segar kembali. Itulah yang kita tanamkan kepada anak didik kami di sekolah.

Di hari itulah saatnya kita mengendurkan otak syaraf dari banyaknya mata pelajaran dengan berjoging ria. Mengeluarkan keringat dengan deras setelah berolahraga.  Maklumlah, sekolah kami adalah sekolah yang ber-AC jadi kami jarang berkeringat, terkecuali bila AC itu mati. Di situlah pentingnya kita berolahraga. Menghirup udara segar alami di pagi hari dan bersama-sama mengelilingi kampus UNJ yang masih sepi dan berharap menghirup udara pagi yang masih terasa segar.

Membangun School Culture Melalui Olahraga
Membangun School Culture Melalui Olahraga

Olahraga jum’at pagi telah membuat kami menciptakan budaya sekolah yang tetap eksis dan semakin disempurnakan. Di jum’at itulah para guru biasanya melakukan evaluasi diri dari apa yang telah kami lakukan selama minggu ini. Para guru melakukan refleksi diri dan mensharingkannya kepada para siswa.  Labschool telah berhasil Membangun School Culture melalui Olahraga.

Berlari Mengelilingi Kampus UNJ
Berlari Mengelilingi Kampus UNJ

Salam Blogger Kompasiana

Omjay

Leave a Comment

SMP Labschool Jakarta Berkunjung ke Puspiptek

Serah Terima cindramata
Serah Terima cindramata

Kamis, 22 Oktober 2009 siswa SMP Labschool Jakarta berkunjung ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang Banten. Rombongan yang berasal dari kelas VII dan Aksel-1 ini disambut langsung oleh kepala puspiptek bapak Jeni Ruslan. Dalam sambutannya beliau mengatakan selamat datang di Puspisptek dan silahkan menikmati fasilitas yang ada di sini. Pak Jeni juga mengingatkan agar anak-anak membawa oleh-oleh ilmu pengetahuan yang beragam dari puspiptek yang berada di bawah naungan kementerian Negara riset dan teknologi.

Wisata Edukasi dan Studi Ilmiah
Wisata Edukasi dan Studi Ilmiah

Kegiatan Wisata Edukasi dan Studi ilmiah adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh SMP Labschool Jakarta setiap tahunnya. Kegiatan ini kami beri nama Wisata Edukasi dan Studi Ilmiah, karena mengajaksiswa belajar di luar kelas sambil berekreasi. Tahun ini adalah tahun kedua kami bekerja sama dengan Puspiptek Serpong untuk belajar di luar kelas melaksanakan studi ke berbagai tempat untuk melihat penerapan ilmu pengetahuan secara langsung. Kami mencoba menerapkan apa yang disebut PAIKEM yaitu Pembelajaran Aktif, Inovatof, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Terlihat sekali keaktifan siswa dan siswa sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Apalagi ketika menyusuri hutan propinsi yang nyaman itu.

Dari sekolah, rombongan berangkat menggunakan bus pariwisata primajasa AC dengan 7 bus, dan setiap bus mewakili setiap kelas yang rata-rata terdiri dari 38 siswa, kecuali aksel yang hanya berjumlah 24 siswa. Anak-anak merasakan kenyamanan berada di bus ini, maklumlah bus primajasa yang kami tumpangi masih mulus dan memang baru digunakan tahun 2009 ini.

Guru dan siswa SMP Labschool Jakarta di Puspiptek
Guru dan siswa SMP Labschool Jakarta di Puspiptek

Banyak arahan dan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh pengelola puspiptek kepada anak-anak SMP Labschool Jakarta. Kami sangat berterima kasih sekali. Ada yang membuat kami terkesan, puspiptek memiliki laboratorium terlengkap, SDM yang unggul, dan telah berhasil menanam 76 tanaman obat-obatan. Di Puspiptek kami juga diputarkan film dokumenter tentang sejarah pendirian Puspiptek. Semoga jaya selalu puspiptek dan kami berharap agar pejabat negeri ini selalu mengalokasi kan anggarannya untuk peningkatan teknologi kita.

Salam blogger kompasiana

Omjay

Leave a Comment

  • Berkali kita gagal, lekas bangkit, dan cari akal. Berkali kita jatuh, lekas berdiri, dan jangan mengeluh. Jadilah guru tangguh berhati cahaya