Archive for June, 2008

LANDASAN ILMIAH DAN PENELITIAN TP

MATERI KULIAH
LANDASAN ILMIAH DAN PENELITIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

PENDAHULUAN
Teknologi sejak dahulu kala sudah ada dan keberadaannya sudah dimanfaatkan oleh manusia, misalnya teknologi memahat contoh membuat candi untuk kebutuhan ritual beribadah dan teknologi pertanian contoh bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan sebagainya. Dengan demikian maka teknologi tidak lepas dari kebutuhan hidup manusia dan merupakan bagian integral dari kehidupan masyarakat sejak dahulu. Menurut Yusufhadi Miarso, 2008, teknologi merupakan hasil dari rekayasa manusia dan diciptakan untuk mengatasi masalah dan/atau mengatasi keterbatasan manusia. Dengan demikian, maka teknologi selalu digunakan oleh manusia untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi karena terbatasnya kemampuan yang dimiliki oleh manusia. Teknologi terus berkembang sejak dahulu dari yang sederhana sampai dengan yang mutakhir sampai saat ini sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
» Continue reading “LANDASAN ILMIAH DAN PENELITIAN TP”

Comments (1)

DAPATKAH ORANG BUTA MELEK TEKNOLOGI?

Iptek : Teknologi bagi Tunanetra
oleh : Dimas Prasetyo M.

Mungkin kita masih tidak percaya ketika mendengar bahwa tunanetra bisa mengoperasikan komputer atau bahkan berselancar di belantara internet. Tapi pada kenyataannya, semua hal tersebut sudah terjadi. Para tunanetra dengan bantuan teknologi maju sudah bisa mengoperasikan komputer. Baik itu operating system windows, program microsoft office, atau hanya sekedar memutar musik berformat mp3 yang tersimpan di hardisk komputer.

Teknologi bagi tunanetra ini dengan sendirinya telah membantu proses pengwujudan masyarakat yang inklusif. Paradikma masyarakat mulai terbuka dan sadar bahwa tunanetra bukan hanya tukang pijit, pemain alat musik, atau peminta-minta. Tapi sekarang masyarakat tahu bahwa ada yang bisa mengoperasikan komputer, melakukan tugas tulis menulis, membuat musik melalui keyboard dan komputer, menjadi penerjemah bahasa, dan lain-lain.

Bukti nyata bahwa tunanetra bisa mengoperasikan komputer, berselancar di internet, atau bahkan membuat website sendiri adalah situs kartunet.com. Situs yang beralamat di http://www.kartunet.com ini merupakan website yang benar-benar karya tunanetra. Kartunet itu sendiri adalah singkatan dari “karya Tunanetra”. Di dirikan oleh empat orang penggagas yaitu Irawan Mulyanto, Dimas Prasetyo M, Ikhwan Toriqo, dan Aris Yohanes, website ini bertujuan untuk mensosialisasikan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh para tunanetra. Dalam website ini terdapat berbagai karya sastra, baik itu yang ditulis sendiri oleh para tunanetra atau masyarakat umum pengunjung situs kartunet.com. Di dalamnya juga terdapat beberapa fasilitas lain yang bisa diakses oleh semua orang seperti forum diskusi, halaman curhat, buku tamu, game sederhana, dan ramalan bintang. Website ini bukan hanya bisa dinikmati secara audio oleh tunanetra melalui software yang akan dijelaskan dibawa ini, tetapi juga oleh orang normal kebanyakan yang menggunakan metode visual. Pada intinya, situs kartunet.com ini adalah wadah tempat berkreasi bagi para tunanetra yang diperuntukan bagi tunanetra dan juga semua kalangan.
» Continue reading “DAPATKAH ORANG BUTA MELEK TEKNOLOGI?”

Leave a Comment

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMP LABSCHOOL JAKARTA THN AJARAN 2006-2007

MATA PELAJARAN : TIK (TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI)
MATERI POKOK : MENGIDENTIFIKASI INTERNET DAN PERANGKATNYA
KELAS / SEMESTER : IX (SEMBILAN) / I (SATU)
WAKTU : 2 JAM PELAJARAN (2 X 45 MENIT)
METODE : CERAMAH DAN DEMONSTRASI

1. STANDAR KOMPETENSI :
Mengenal perangkat keras dan sistem yang digunakan dalam akses internet

2. KOMPETENSI DASAR :
Mengidentifikasi perangkat dan sistem yang digunakan untuk akses internet

3. INDIKATOR
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian internet
2. Siswa dapat menjelaskan sejarah internet
3. Siswa menjelaskan bagian-bagian internet dan manfaatnya
4. Siswa dapat menunjukkan hardware dan software untuk akses internet
5. Siswa dapat mengerjakan uji kompetensi dengan benar
6. Siswa dapat membuat makalah dari perkembangan TIK dewasa ini
» Continue reading “RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)”

Comments (9)

PROPOSAL WIJAYA KUSUMAH

PENGARUH APLIKASI BLOG DAN MOODLE DALAM E-LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR INTERNET SISWA AKSELERASI

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Kecenderungan yang telah dikembangkan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran internet adalah program e-learning. Beragam istilah dan batasan telah dikemukakan oleh para ahli teknologi informasi dan pakar pendidikan. Secara sederhana e-learning dapat dipahami sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet, intranet, ekstranet) dan multimedia (grafis, audio, video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar (guru) dan pembelajar (siswa).
Model pembelajaran berbasis TIK dengan menggunakan e-learning berakibat pada perubahan budaya belajar dalam konteks pembelajarannya. Setidaknya ada empat komponen penting dalam membangun budaya belajar dengan menggunakan model e-learning di sekolah. Pertama, siswa dituntut secara mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan, memotivasi, mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran. Kedua, guru mampu mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan, memfasilitasi dalam pembelajaran, memahami belajar dan hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Ketiga tersedianya infrastruktur yang memadai dan yang keempat administrator yang kreatif serta penyiapan infrastrukur dalam memfasilitasi pembelajaran.
Permasalahan yang dihadapi sekolah saat ini adalah pada tingkat kesiapan peserta belajar, guru, infrastruktur sekolah, pembiayaan, efektifitas pembelajaran, sistem penyelenggaraan dan daya dukung sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK. Lalu, apakah mungkin program e-learning dapat dilaksanakan di sekolah dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa? Ini yang menjadi esensi dari kebermaknaan e-learning di sekolah.
» Continue reading “PROPOSAL WIJAYA KUSUMAH”

Comments (5)

KEGAGALAN ADALAH SUKSES TERTUNDA

Comments (4)

Soal TRY OUT TIK SMP

I. PILIHAN GANDA

1. Berikut ini yang bukan termasuk jenis software adalah….
a. Sistem Operasi
b. Program Aplikasi
c. Bahasa Pemrograman
d. Media Penyimpanan

2. Memasukkan program software ke komputer disebut….
a. install
b. pengaplikasian
c. unistall
d. remove

3. Jika Kamu ingin mendengarkan musik atau lagu maupun menonton film kesukaanmu di komputer, maka kamu memerlukan software yang tergolong multimedia. Salah satu software multimedia adalah….
a. Adobe Photoshop
b. Corel Draw
c. Windows Media Player
d. dBase

4. Berikut ini yang bukan merupakan arti software secara harfiah adalah….
a. perangkat lunak
b. perangkat keras
c. piranti lunak
d. sistem operasi

» Continue reading “Soal TRY OUT TIK SMP”

Comments (10)

Soal-soal Excel

1. Microsoft Excel merupakan program aplikasi

a. Spreadsheet
b. Wordprosesor
c. Presentation
d. Animasi

2. Fungsi yang digunakan untuk menghitung penjumlahan data angka

a. Sum
b. Max
c. Min
d. Average

3. Fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai terbesar data angka

a. Sum
b. Max
c. Min
d. Average

» Continue reading “Soal-soal Excel”

Comments (23)

Soal-soal Internet

1. Internet pada awalnya disebut dengan :
a. Intranet c. ARPAnet
b. Network d. Computer Network

2. Berikut ini merupakan kelebihan internet, kecuali :
a. Sumber informasi yang tidak terbatas
b. Dapat mengirimkan informasi dengan cepat
c. Sarana komunikasi yang murah
d. Biaya aksesnya mahal

3. Aplikasi internet yang digunakan untuk mengirim-kan surat dalam bentuk elektronik disebut :
a. Email
b. Ghoper
c. WWW
d. Telnet

4. Aplikasi internet yang memungkinkan pengambilan file dengan cepat adalah ……..
a. WWW
b. Milis
c. Newsgroup
d. FTP
» Continue reading “Soal-soal Internet”

Comments (38)

LANDASAN TEORI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada awal kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Pada binatang, selain untuk seks, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan, biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun yang lalu munculnya “otak reptil” menjadi penting karena otak memungkinkan reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain “tingkat tinggi”.
» Continue reading “LANDASAN TEORI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI”

Comments (7)

Membuat Blog di WordPress

MEMBUAT BLOG DI WORDPRESS
Oleh fatihsyuhud.com

Setelah kita pelajari dan praktekkan cara buat blog di wordpress.com, maka berikut tutorial lengkap wordpress untuk memahami menu-menu yang ada di Dasbor atau Dashboar wordpress. Tutorial wordpress kali ini saya harap cukup mewakili setiap pertanyaan blogger pemula yang ngeblog di wordpress.

Setelah login, kita akan langsung masuk ke Dashboard atau Dasbor. Di situ terdapat dua baris menu utama.
Yang bagian atas atau sebut saja “menu atas” ada menu Dasbor (Dashboard), (a) Tulis (Write),
(b) Kelola (Manage),
(c) Komentar (Comment),
(d) Blogroll,
(e) Tampilan (Presentation),
(f) Pengguna (Users),
(g) Opsi (Option),
(h) Upgrade.

» Continue reading “Membuat Blog di WordPress”

Leave a Comment

Membedah Kurikulum Berbasis Kompetensi

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa, dan bernegara di dalam negeri dan isu-isu mutakhir dari luar negeri yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia merupakan hal-hal yang harus segera ditanggapi dan dipertimbangkan dalam penyusunan kurikulum baru pada setiap jenjang pendidikan.

» Continue reading “Membedah Kurikulum Berbasis Kompetensi”

Comments (12)

DISAIN PEMBELAJARAN

DISAIN PEMBELAJARAN MODEL GENTRY
(Instructional Project Development and Management)

I. PENDAHULUAN
Disain pembelajaran model Gentry dikenal dengan singkatan IPDM (Instructional Project Development and Management) mulai diperkenalkan pada tahun 1994 oleh Castelle G. Gentry.
Munculnya model ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, antara lain banyak buku-buku teks tentang disain pembelajaran yang cenderung mengabaikan kekurangan hubungan antara proses-proses disain pembelajaran dengan proses-proses pendukungnya (supporting processes).
Banyak para ahli disain pembelajaran mendiskusikan proses-proses disain pembelajaran seperti contoh kebutuhan penilaian, disain, produksi dan implementasi secara detail, tetapi hanya sebagian kecil mendiskusikan proses-proses pendukung dan diskusi biasanya terbatas pada suatu hal yaitu manajemen. Sebagai seorang instruktur, project manager, dan konsultan Castelle G. Gentry berulang-ulang mencoba menkaitkan keterhubungan dan saling ketergantungan dua komponen dari proses itu yaitu manajemen, penanganan informasi, komunikasi, perolehan dan alokasi sumber daya, berbagai hal tentang personil, dan penggunaan dari fasilitas-fasilitas proyek.
Menurut Gentry seharusnya buku-buku teks tentang disain pembelajaran mengajarkan para siswa apa yang dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Hal ini didasari pada banyaknya buku tentang disain pembelajaran yang hanya memfokuskan pada what needs to be done dan hanya sebagian kecil yang memfokuskan pada how something is done.
Banyak ditemukan guru/instruktur menggunakan metode pengajaran tradisional dimana dalam waktu yang relatif sedikit, mereka secara efektif mengajarkan semua teknik penting untuk penentuan proses suatu model disain pembelajaran. Disisi lain tersedia banyak waktu untuk memperkenalakan disain pembelajaran untuk mengajarkan proses-proses esensial dan teknik-teknik mereka.
Faktor lain yang mendasari munculnya model Gentri yaitu adanya jumlah yang signifikan dari para siswa yang mengambil kursus pengenalan disain pembelajaran yang lengkap tidak akan perlu lagi mengambil kursus-kursus disain pembelajaran tambahan.
Selain hal-hal di atas Gentry juga menyampaikan bahwa hanya usaha minimal yang diperlukan dari para instruktur dan pengembang pembelajaran untuk menghubungkan proses-proses disain pembelajaran umum, proses-proses pendukung, dan teknik-teknik untuk model disain pembelajaran yang lainyang mereka muingkin sukai.

» Continue reading “DISAIN PEMBELAJARAN”

Comments (1)

LESSON STUDY

PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DALAM KEGIATAN LESSON STUDY
Oleh:
Suhadi, S.Pd., M.Pd.

A. Pendahuluan

Penyelenggaraan proses belajar mengajar (PBM) menuntut guru untuk menguasai isi atau materi bidang studi yang akan diajarkan serta wawasan yang berhubungan dengan materi tersebut. Selain itu guru juga harus memiliki kompetensi pedagogik, sehingga guru dapat memainkan perannya sebagai fasilitator bagi pembelajaran siswanya. Sebagai penyelenggara PBM guru juga harus dapat mengembangkan sikap positif siswa dan dapat merespon ide-ide mereka. Guru harus dapat menerapkan inovasi-inovasi baru dalam pendidikan khususnya inovasi pembelajaran di kelas sebagaimana yang telah direkomendasikan para pakar pendidikan agar dapat memenuhi tuntutan kurikulum.

Melalui lesson study, guru dapat mengamati pelaksanaan pembelajaran—yang diteliti (research lesson) dan juga dapat mengadopsi pembelajaran sejenis setelah mengamati respon siswa yang tertarik dan termotivasi untuk belajar dengan cara seperti yang dilaksanakan pada kegiatan lesson study ini. Pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran ini dapat dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap pembelajaran yang diteliti maupun melalui laporan tertulis, video, ataupun forum diskusi untuk berbagi pengalaman dengan kolega. Sehingga dengan adanya Lesson study, guru dapat memperbaiki mutu pengajarannya di kelas serta meningkatkan keprofesionalannya.

» Continue reading “LESSON STUDY”

Comments (3)

CREATIVE LEARNING ENVIRONMENTS

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Proses belajar sesungguhnya bukanlah semata kegiatan menghafal, banyak hal yang diingat akan hilang dalam beberapa jam. Mempelajari bukanlah menelan semuanya, karena untuk mengingat apa yang telah diajarkan siswa harus mengolahnya atau memahaminya. Seorang guru tidak dapat dengan serta merta menuangkan sesuatu ke dalam benak para siswanya karena mereka sendirilah yang harus menata apa yang mereka dengar dan lihat menjadi satu kesatuan yang bermakna tanpa peluang untuk mendiskusikan, mengajukan pertanyaan, mempraktikan bahkan hinggga mengajarkannya kepada siswa lain. Proses belajar berlangsung secara bergelombang karena belajar memerlukan kedekatan materi yang hendak dipelajari, jauh sebelum memahaminya.

Belajar juga memerlukan kedekatan dengan berbagai hal, bukan sekedar pengulangan tetapi langsung diajarkan dengan media yang konkret, melalui buku-buku latihan dan dengan mempraktikan kegiatan sehari-hari dalam menyajikan konsep yang akan menentukan pemahaman siswa. Dan untuk menarik keterlibatan siswa, guru harus membangun hubungan yaitu dengan menjalin rasa simpati, saling pengertian, hubungan akan membangun jembatan menuju kehidupan bergairah siswa, membuka jalan memasuki dunia mereka, mengatahui minat kuat, berbagi kesuksesan puncak, dan berbicara dengan hati mereka. Membina hubungan bisa memudahkan guru melibatkan siswa memudahkan dalam pengelolaan kelas, memperpanjang focus, dan meningkatkan kegembiraan dalam belajar.
Lingkungan kelas mempengaruhi kemampuan siswa untuk berfokus dan menyerap informasi, sedangkan alat Bantu/media belajar dapat membantu dalam memahami pelajaran dikelas. Lingkungan belajar yang baik harus diciptakan dan dijaga sepanjang tahun. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah dengan mencoba prefentif terhadap masalah-masalah yang mungkin akan muncul. Namun ketika masalah-masalah muncul-sebagaimana biasanya-respon yang tepat merupakan hal yang penting.
Kecenderungan sekarang ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa ynag dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi `mengingat` jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang, dan itulah yang terjadi dikelas-kelas sekolah kita.
Suatu konsep belajar atau suatu metode belajar yang membantu guru mengatikan antara materi yang diajarkan nya dengan situasi dunia nyata siswa yang mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yan dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebaagi anggota keluarga dan masyarakat, diharapkan melalui konsep atau strategi pembelajaran menghasilkan sesuatu yang lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung ilmiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru dan siswa karena strategi pembelajaran lebih dipentingkan dari pada hasil.
Siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, daalm status apa mereka dan bagaimana mencapainya, siswa sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidup siswa nanti dengan begitu dapat memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya dan mempelajari apa yang bermanfaat bagi diri siswa itu sendiri. Dalam upaya itu siswa memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing.
Tugas guru sekarang adalah membantu siswa mencapai tujuannya, maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi, dengan mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekarja sama untuk menemukan sesutau yang baru bagi anggota kelas/ siswa. Sesuatau yang baru (baca pengetahuan dan keterampilan) data dari `menemukan sendiri` bukan dari apa kata guru, begeitulah peran guru dikelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.
Kontekstual hanyalah salah satu strategi pembelajaran, seperti halnya strategi pembelajaran yang lain (CBSA, Pendekatan Quantum Learning, Student active Learning, meaningful Learning, Problem Based Learning, Cooperative learning, Work–Based Learning dan lain-lain), kontekstual dikembangkan dengan temuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna, dengan menghidupkan kelas yang memberdayakan siswa atau berfokus pada siswa yaitu kelas yang produktif dan menyenangkan dan dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada.
Permasalahannya adalah bagaimana menciptakan lingkungan sosial dan fisikal untuk pembelajaran sehingga siswa menjadi kreatif belajar aktif dan menyenangkan?

» Continue reading “CREATIVE LEARNING ENVIRONMENTS”

Leave a Comment

Action Research (AR)

Paradigma dan Karakteristik Action Research (AR)

Oleh: Conny Semiawan

I. Pengantar

AR adalah salah satu jenis riset sosial terapan yang pada hakekatnya merupakan suatu eksperimen sosial dengan mengintrodusir policy baru dengan memonitor efek-efeknya. AR berusaha mengidentifikasi masalah sosial yang dirancang untuk mewujudkan suatu test emperis sebagai vehicle (Greenwood, et. al., 2003) terhadap pengujian tingkat efektivitas atau aplikabilitas suatu teori tertentu pada pemecahan masalah-masalah sosial yang relevan. Selain itu, AR juga merupakan suatu inovasi untuk menghasilkan perubahan dalam prosedur kebijakan dengan dimonitor melalui metoda riset sosial (Payne & Payne, 2004).

Buku Mengenal PTK

Buku Mengenal PTK

» Continue reading “Action Research (AR)”

Comments (2)

  • Berkali kita gagal, lekas bangkit, dan cari akal. Berkali kita jatuh, lekas berdiri, dan jangan mengeluh. Jadilah guru tangguh berhati cahaya