Archive for June, 2008

Perbedaan Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik

Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut.
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
» Continue reading “Perbedaan Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik”

Comments (2)

DESAIN PEMBELAJARAN

DESAIN PEMBELAJARAN

Agar dapat mengajar dengan baik seorang instruktur memerlukan sebuah strategi yang dapat mengantarkannya kepada kesuksesan membelajarkan. Kesuksesan ini tentunya tidak bisa didapat dengan sendirinya, melainkan dengan mempelajari keahlian sampingan atau disebut sebut sebagai teaching performance.
» Continue reading “DESAIN PEMBELAJARAN”

Comments (3)

KONSTRUKTIVISME DALAM PEMIKIRAN

Membaca tulisan-tulisan Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan, saya teringat pada pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan. Keduanya sama-sama menekankan bahwa titik-berat proses belajar-mengajar terletak pada murid. Pengajar berperan sebagai fasilitator atau instruktur yang membantu murid mengkonstruksi koseptualisasi dan solusi dari masalah yang dihadapi. Mereka beperpendapat bahwa pembelajaran yang optimal adalah pembelajaran yang berpusat pada murid (student center learning).

Kesamaan ini saya kira bukan suatu kebetulan. Konstruktivisme yang sudah besar pengaruhnya sejak periode 1930-an dan 1940-an di Amerika, juga di Eropa, secara langsung atau tidak langsung dasar-dasarnya pernah dipelajari oleh Ki Hadjar. Dasar pertama yang dari pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan adalah ‘teori konvergensi’ yang menyatakan bahwa pengetahuan manusia merupakan hasil interaksi dari faktor bawaan (nature) dan faktor pengasuhan (nurture). Dalam tulisannya berjudul ”Tentang dasar dan ajar” di Pusara Nopember 1940-Jilid 9 no. 9/11, Ki Hadjar menunjukkan keberpihakannya kepada teori konvergensi. Menurutnya, baik ‘dasar’ (faktor bawaan) maupun ‘ajar’ (pendidikan) berperan dalam pembentukan watak seseorang.
» Continue reading “KONSTRUKTIVISME DALAM PEMIKIRAN”

Leave a Comment

Kawan Teknologi Pembelajaran

KAWASAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Definisi 1994, dirumuskan berlandaskan lima bidang garapan dari Teknologi Pembelajaran, yaitu : Desain, Pengembangan, Pemanfaatan, Pengelolaan dan Penilaian. Kelima hal ini merupakan kawasan (domain) dari bidang Teknologi Pembelajaran. Di bawah ini akan diuraikan kelima kawasan tersebut, dengan sub kategori dan konsep yang terkait :

A.

Comments (6)

Teknologi Pembelajaran

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

LATAR BELAKANG SEJARAH DAN

DEFINISI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

 

 

A.     Latar Belakang Sejarah Teknologi Pembelajaran

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.

 

 

Pengalaman Langsung

Pengalaman Buatan

Demonstrasi

Dramatisasi

Pameran

Gambar Hidup

Radio, Rekaman, Gambar Mati

Lambang Verbal

Lambang Visual

Comments (1)

Desain Pembelajaran

I.             KONSEPSI

Konsepsi Pengembangan Desain Pembelajaran bisa dijabarkan kedalam segitiga acuan, yaitu : ISTILAH, GAGASAN, DAN RUJUKAN `:

                                                   Istilah

 

                               Gagasan                      Rujukan

 

A.           Gagasan

Gagasan yaitu, bagaimana proses yang sebaiknya dirancang agar ada kemudahan dan manfaat belajar dalam suatu lingkungan tertentu.

 

B.           Rujukan

1.      Proses

» Continue reading “Desain Pembelajaran”

Comments (2)

Profesi & Pendidikan Keahlian Teknologi Pendidikan

Perkembangan ilmu dan teknologi merupakan salah satu hasil produktivitas dari manusia yang memiliki pengetahuan yang didapat dari pendidikan. Dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki implikasi yang luas dalam kehidupan manusia sehingga diharapkan manusia – manusia tersebut perlu mendalami untuk mengambil manfaatnya secara optimal dan mereduksi implikasi negatif yang ada. Mendalami serta mengambil manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mungkin dilakukan oleh semua manusia dalam kapasitas dan dengan waktu yang sama. Keterbatasan manusia dan waktu tersebut menuntut adanya spesialisasi.
» Continue reading “Profesi & Pendidikan Keahlian Teknologi Pendidikan”

Comments (2)

Pembelajaran Aktif-Reflektif dan Gaya Belajar

Pembelajaran Aktif-Reflektif

Learning being a journey, not a destination (Bilveer Singh, 2004). Filosofi ini nampaknya perlu terus disampaikan kepada kita semua untuk memberikan kesadaran bahwa pembelajaran adalah sebuah proses dan bukan sekedar tujuan. Sebagai sebuah proses maka pembelajaran akan dilakukan terus menerus dan sebenarnya tidak akan pernah berhenti selama kita masih hidup (life-long learning).

Model pembelajaran aktif-reflektif pada prinsipnya adalah menggabungkan model pembelajaran aktif (active learning) dan model pembelajaran reflektif (reflective learning). Model pembelajaran aktif-reflektif ini juga mencoba mengadopsi model pedagogi ignasian. Model pembelajaran ini nampaknya cocok untuk diterapkan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam upaya menciptakan atau menghasilkan lulusan atau insan yang unggul dan humanis.

Secara pedagogis pembelajaran aktif (active learning) adalah proses pembelajaran yang tidak hanya didasarkan pada proses mendengarkan dan mencatat. Menurut Bonwell dan Eison (1991) pembelajaran aktif adalah melibatkan mahasiswa dalam melakukan sesuatu dan berpikir tentang apa yang mereka/mahasiswa lakukan. Menurut Simons (1997) pembelajaran aktif memiliki dua dimensi, yaitu pembelajaran mandiri (independent learning) dan bekerja secara aktif (active working). Independent learning merujuk pada keterlibatan mahasiswa pada pembuatan keputusan tentang proses pembelajaran yang akan dilakukan. Active working merujuk pada situasi dimana pembelajar/mahasiswa ditantang untuk menggunakan kemampuan mentalnya saat melakukan pembelajaran. Pembelajaran aktif mendasarkan pada asumsi bahwa pembelajaran pada dasarnya adalah pencarian secara aktif pengetahuan dan setiap orang belajar dengan cara yang berbeda (Meyers dan Jones, 1983)
» Continue reading “Pembelajaran Aktif-Reflektif dan Gaya Belajar”

Comments (5)

Tujuan Pembelajaran

Ada beberapa tujuan pembelajaran atau kompetensi yang harus diperhatikan dalam teknologi pendidikan yaitu :

  1. Efektif dan efisien
  2. Penentu arah
  3. Kontrol /pengawasan
  4. Penilaian
  5. Barometer
  6. Panduan bagi pendidik
  7. Dasar pengetahuan yang dimiliki siswa
  8. Panduan pendidik
  9. Acuan penting
  10. Informasi penting
  11. Target / Kiblat
  12. Terarah dengan baik
  13. Pembelajaran yang efektif
  14. Kemampuan Evaluasi
  15. Keluwesan belajar
  16. Menentukan materi ajar
  17. Mengetahui peserta didik
  18. Metode dan pemilihan media
  19. Merancang, mengamati, dan meneliti
  20. Jelas tujuannya, siapa audiensnya, materi dan media yang digunakan

 

Leave a Comment

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
(Upaya Guru untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran melalui PTK)

A. APAKAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) ITU?

Pertanyaan di atas tentu akan menggelitik kita. Betapa tidak, bila kita bicara tentang penelitian, anggapan orang mengatakan penelitian itu pekerjaan seorang ilmuwan. Kalau sudah bicara tentang ilmuwan, maka gambaran yang terbersit dalam kacamata kita adalah pastilah sukar, rumit alias susah binti sulit. Benarkah demikian ? Mengapa sebagian guru merasa penelitian itu sulit? Apakah penelitian itu memerlukan dana yang besar sehingga harus menunggu bantuan?

Selama ini, menulis karya ilmiah merupakan momok bagi para guru. Kurangnya budaya membaca menyebabkan guru kurang dapat menulis dengan baik. Padahal, menulis itu dimulai dari banyak membaca. Kalau sudah banyak membaca, tentunya guru akan tertarik untuk meneliti. Penelitian dimulai dari adanya masalah. Masalah dapat dipecahkan bila kita melakukan penelitian. Penelitian dapat dilakukan bila adanya upaya dari guru untuk memperbaiki kualitas pembelajarannya di sekolah.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Masalah PTK harus berawal dari guru itu sendiri yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajarannya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
» Continue reading “PENELITIAN TINDAKAN KELAS”

Comments (11)

POTENSI TIK DI SEKOLAH

POTENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI KELAS

 

Oleh: Prof. Dr. H. Mohamad Surya*

 

Teknologi komunikasi dan informasi dalam pendidikan

 

              Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan  TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan  dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.
» Continue reading “POTENSI TIK DI SEKOLAH”

Comments (1)

Kelas Akselerasi

Kelas akselerasi

Kelas akselerasi

Kelas akselerasi adalah kelas yang diprogramkan untuk siswa yang mempunyai kecerdasan luar biasa. Layanan ini diberikan untuk siswa cerdas dan berbakat dan mereka dipersipakan untuk belajar di SMP selama 2 tahun.

Untuk informasi lengkap tentang kelas akslerasi, dapat berkunjung ke SMP Labschool Jakarta, Jl. Pemuda Komplek UNJ telp. 47860038.

Salam Blogger
Omjay

Comments (1)

PENCURI IMPIAN

Ada seorang gadis muda yang sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibanding dengan rekan-2nya, sehingga dia seringkali menjadi juara di berbagai perlombaan yang diadakan. Dia berpikir, dengan apa yang dimilikinya saat ini, suatu saat apabila dewasa nanti dia ingin menjadi penari kelas dunia. Dia membayangkan dirinya menari di Rusia, Cina, Amerika, Jepang, serta ditonton oleh ribuan orang yang memberi tepukan kepadanya.

Suatu hari, dikotanya dikunjungi oleh seorang pakar tari yang berasal dari luar negeri. Pakar ini sangatlah hebat,dan dari tangan dinginnya telah banyak dilahirkan penari-penari kelas dunia. Gadis muda ini ingin sekali menari dan menunjukkan kebolehannya di depan
sang pakar tersebut, bahkan jika mungkin memperoleh kesempatan menjadi muridnya. Akhirnya kesempatan itu datang juga. Si gadis muda berhasil menjumpai sang pakar di belakang panggung, seusai sebuah pagelaran tari. Si gadis muda bertanya ‘Pak, saya ingin sekali menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak, untuk menilai saya menari ? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya’.

» Continue reading “PENCURI IMPIAN”

Leave a Comment

Pendidikan Bermutu Milik Siapa?

PENDIDIKAN BERMUTU MILIK SIAPA?

Wijaya Kusumah

 

Baru saja kita membaca berita tentang ketidaklulusan UN meningkat 0,94 persen dari tahun lalu (Kompas, 19 Juni 2008). Tentu menjadi sebuah pertanyaan kita mengapa ketidalulusan UN meningkat?

 

Sebagai seorang guru yang sudah 15 tahun berkecimpung dalam dunia pendidikan, penulis berpendapat bahwa ketidaklulusan UN meningkat bukan karena nilai UN dinaikkan menjadi 5,25 dan adanya penambahan jumlah mata pelajaran. Melainkan disebabkan oleh belum meratanya pendidikan yang bermutu. Terlihat jelas kesenjangan yang terjadi. Pendidikan bermutu belum dirasakan oleh semua seperti amanah UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

» Continue reading “Pendidikan Bermutu Milik Siapa?”

Leave a Comment

KUPAS TUNTAS KREATIVITAS

Leave a Comment

  • Berkali kita gagal, lekas bangkit, dan cari akal. Berkali kita jatuh, lekas berdiri, dan jangan mengeluh. Jadilah guru tangguh berhati cahaya